PW SEMMI ACEH Periode 2019 – 2021 Resmi Dilantik

0

BANDA ACEH | LA –Pengurus Wilayah Syarikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Provinsi Aceh (PW SEMMI) Periode 2019-2021 resmi dilantik pada rabu 10 Juli 2019 di Aula FTK Gedung B Kampus UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Pengurus PW SEMMI Aceh di baiat oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr.Hamdan Zoelva, SH, MH yang saat ini menjabat sebagai Ketua Syarikat, acara pelantikan berlangsung khidmat dan lancar.

Acara tersebut juga di hadiri oleh ratusan mahasiswa, OKP, pejabat daerah aceh baik di eksekutif maupun legislatif. Pelantikan yang beriringan dengan seminar nasional mengangkat tema “ Rekonsiliasi Masyarakat Aceh Pasca Pemilu 2019″.

Acara seminar nasional tersebut di isi oleh Senator DPD RI Asal Aceh H. Sudirman, Dr. Fajran Zain, Phd dari Aktivis HAM, Kamaruzzaman Bustaman Ahmad, P.hd dari Akademisi, Rizal Falevi Kirani Aktivis Aceh dan Rahmatun Phounna dari presiden mahasiswa Abulyatama aceh.

Ketua panitia Tahmidillah dalam laporannya menyebutkan, kegiatan pelantikan dan seminar nasional ini di buat untuk memperkuat barisan PW SEMMI di aceh guna mendapatkan legitimasi serta menentukan arah juang pergerakan syarikat mahasiswa muslimin indonesia provinsi aceh.

“PW SEMMI Aceh periode 2019 – 2021 di pimpin Oleh Husnul Jamil, dalam sambutannya mengatakan ini adalah amanah dan tantangan yang harus diemban dengan sebaik mungkin,  PW SEMMI Aceh memiliki tanggung jawab dalam menjaga identitas keacehan dalam menghadapi tantangan bonus demografi.

Sebagai langkah awal, Husnul Jamil  akan memperkuat basis kaderisasi di 23 kabupaten/kota sebagai jantung pertahanan organisasi, sinergisitas PW SEMMI Aceh dan Syarikat Islam (SI) aceh menjadi fondasi pertama dalam membangun eksistensi keorganisasian.

Husnul menegaskan, misi pertama PW SEMMI Aceh adalah konsolidasi organisasi sebagai proses kaderisasi dan ideologisasi untuk menentukan arah perjuangan SEMMI Aceh kedepan.

Dia juga menegaskan bahwa PW SEMMI Aceh akan fokus membangun entrepreneur di kalangan kaum millenial muslim, karena mengingat pengusaha muda di aceh masih di bawah rata rata. Dalam tatanan pembangunan di aceh, kaum millenial terutama aktivis mahasiswa dan OKP tidak cukup membangun aceh dengan wacana kedaulatan politik di warung kopi, namun untuk membangun aceh harus dengan kedaulatan ekonomi.

“Tanpa kekuatan ekonomi politik kita akan di kuasai oleh pemilik modal,” Ucap Husnul.

Selain itu, Dr. Hamdan Zoelva, MH selaku ketua Syarikat Islam dalam sambutannya juga mengajak kepada seluruh pengurus wilayah SEMMI Aceh untuk fokus pada entrepreneur.

“Menjadi politisi saja tidak cukup tanpa di dorong oleh finasial dan ketenaran,” Ungkap Ketua Syarikat Islam. (rel)