Rabu Akhir Bulan Safar Puncak Turunnya Bala dan Penyakit, Benarkah?

0

DALAM pandangan sebagian ulama, ada sebagaian musibah dan bencana yang terjadi didunia ini juga pernah terjadi dalam lembaran sejarah pada hari rabu. Hal ini disebutkan dalam firman Allah “Sesungguhnya kami telah menghembuskan kepada mereka angin sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus”.(Q.S. Al-Qamar : 19). 

Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, berdasar dalil yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, ia berkata : “Rasulullah saw telah ditanya tentang hari rabu. Lalu Beliau saw menjawab : “Hari Rabu adalah hari nahas yang terus menerus”. Mereka bertanya : “Kenapa bisa demikian, ya Rasulullah ?”. beliau  menjawab : “Karena pada hari itu Allah telah menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, memusnahkan kaum Aad dan Tsamud, yaitu kaum Nabi Sholeh”.

Penjelasan sebagian ulama mengatakan bahwa Allah telah membinasakan tujuh kaum yang kafir pada hari rabu dengan tujuh macam azab, mereka itu adalah  pertama,  Auj bin Unuq dibinasakan dengan burung Hudhud. Kedua, Qarun dibinasakan dengan dibenamkan ke dalam tanah. Ketiga, Fir’aun dan pasukannya dibinasakan dengan ditenggelamkan ke dalam  sungai Nil. Keempat, Namrud dibinasakan dengan nyamuk. Kelima, kaum Luth dibinasakan dengan batu. Keenam, Syidad bin Aad dibinasakan dengan suara jeritan Jibril as.  Ketujuh, Kaum Aad dibinaskan dengan angin yang kencang.(Syaikh Abu Nashr Muhammad Al-Hamdaani. Kitab As Sab’iyyaatu fil Mawaa’idhil Barriyyat)

 Dari Mana Bencana dan Musibah itu ada , Bulan Safarkah ?

 Sebagaian  ulama menjelaskan  bahwa ketika amalan kebaikan dan kejahatan yang telah dinaikkan ke langit. Ekses dari amalan baik didunia ini adanya rahmat dan ada juga yang ditandon dilangit, sedangkan qamalan kejahatan dan dosa dilampiaskan dengan berbagai bentuk penyakit, musibah dan bencana yang semua itu secara seerempak dan total terjadi pada hari rabu terakhir bulan safar. Sunanatullah selalu menjadikan sesuatu di dunia ini berimbang, dikala pada bulan tertentu adanya musibah dan bencana, pada bulan yang lain Allah juga menurunkan rahmat dan barakah dan sejenisnya. Hal ini diuturnkan pada buln Ramadhan, Rajab, Syakban, Muharram dan Dzulhijjah. Jelaslah Allah telah mengatur perimbangan sangat sempurna. Nampak dan jelaslah sifat rahman dan rahim Allah untuk makhluk-Nya.

Kejahatan atau keburukan yang dimaksud terjadi dimuka bumi ini, ada beberapa macam diantaranya, kejahatan yang turun dari langit., seperti wabah penyakit, udara buruk, topan, petir, rihul ahmar, kuman, penyakit yang berterbangan diudara dan sebagainya. Kejahatan yang naik ke langit, seperti catatan amal buruk yang dibawah oleh malaikat kelangit, ruh-ruh orang orang jahat, Iblis serta anak buahnya yang mencuri berita dilangit yang kemudian menyebarkannya dengan ditambah berbagai berita bohong.

Sedangkan bentuk kejahatan yang terjadi di muka bumi seperti gangguan syetan, jin dan manusia, binatang buas, kezaliman, hasut, fitnah, niat jahat, kecelakaan, peperangan dan sebagainya. Kejahatan yang keluar dari bumi.seperti gempa bumi, gunung meletus, gas beracun, binatang-binatang yang keluar dari bumi (umpama ular, kalajengking dan lainnya).

Sebagai perimabangannya diturunkan rahmat dan berkah pada bulan tertentu, Lebih jelasnya dalam setahun Allah Ta’ala menurunkan kebaikkan dan keburukan di bagi dalam bulan-bulan tertentu yang mempunyai kelebihan sendiri-sendiri, antara lain pada bulan Rajab kelebihannya ada pahala puasa sunnah dan istighfar rajab. Kejadian pada waktu itu adalah Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad saw. Sedangakn dibulan Sya’ban terkenal dengan Nisyfu Sya’ban. 

Puasa Ramadhan dan lailatul qadri pada bulan ramadhan. Ibadah haji dan sepuluh pertama awal pada bulan Dzulhijjah dan berbgai kelebihan didalamnya. Sedangkan bulan Muharram terkenal dengan Doa Akhir dan Awal Tahunnya, sepeuluh awal pertamanya serta hari Asyuranya.

***Helmi Abu Bakar El-Lamkawi, Penggiat Literasi Asal Aceh