Ratusan Guru Honorer di Depok Akan Mogok Mengajar hingga 31 Oktober

0
11
Ilustrasi: Seorang guru mengajar di salah satu SD di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu. Foto: Kompas.com

LA – Ratusan guru honorer di Depok, Jawa Barat, menggelar mogok mengajar selama enam belas hari. Ketua Forum Guru Honorer Indonesia, Rambey mengatakan, aksi mogok guru honorer itu sudah dimulai serentak sejak Senin (15/10/2018) dan akan berlangsung hingga Rabu (31/10/2018).

Aksi mogok mengajar ini dipicu karena belum terwujudnya tuntutan para guru honorer yang disampaikan kepada Pemerintah Depok. Guru honorer ini menutut agar Permenpan Nomor 36 Tahun 2018 dibatalkan dan dicabut, karena dinilai diskriminasi dan cacat hukum.

“Mulai kemarin hingga 31 Oktober 2018 kita akan melakukan aksi mogok massal di seluruh sekolah ya. Guru-guru honorer ingin direkrut jadi CPNS dan dinaikkan statusnya menjadi PNS,” ucap Rambey, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/10/2018).

Rambey mengatakan, guru honorer juga punya hak untuk menjadi PNS, terlebih guru honorer yang pengabdiannya sudah di atas 20 tahun atau 30 tahun.

”Intinya begini, kalau gitu, kalau negara enggak mau kita mogok, berarti negara butuh kita dong, berarti diperhatikan dan diakuin dong kita, kan begitu. Karena banyak guru honorer yang sudah lama mengabdi, juga masa tetap tidak diakui, tidak ada pilihan lain kecuali mogok yang dapat kita lakukan,” ucap Rambey.

Rambey menuturkan, pihaknya akan segera memasang spanduk di sekolah-sekolah tempat mengajar para guru honorer, sebagai bentuk permintaan maaf bagi masyarakat karena aksi mogok massal mereka.

“Secara umum ada 3.200 guru se-Indonesia yang akan melancarkan aksi demo. Untuk di wilayah Depok sendiri tentunya akan dilakukan secara masif, ini bukan paksaan, namun ini perjuangan,” tutur dia.

Kompas.com

BAGIKAN

KOMENTAR