Ratusan Kubik Kayu Semarang Keluar Dari Lahan PT RPPI

0
93

BANDA ACEH | LA – Izin pemanfaatan hasil hutan kayu tanaman industri ternyata tidaklah bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan surat izin tersebut yang diberikan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada tahun 2008 ternyata menjadi bumerang bagi Aceh dan Kabupaten Aceh Utara.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh M Nasir selaku divisi advokasi Walhi Aceh di sekretariat Walhi itu, di kawasan Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng dalam temu pers, Rabu 29 November 2017.

“Dari bukti nyata hasil investigasi walhi Aceh bahwa ratusan kubik kayu Semarang keluar dari lahan yang dikelola oleh PT Rencong Pulp and Paper Indonesia, serta debit air DAS di lokasi tersebut sangat kurang,” kata M.Nasir dalam kesempatan itu.

Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa adanya penyelewengan dari izin hutan tanam industri menyebabkan penebangan pohon yang besar-besaran di atas lahan Rp10 ribu Hektar lebih.

“Dimana kawasan tersebut merupakan hutan produksi yang masih produktif,” kata Nasir.

Kesalahan PT RPPI tersebut,sudah terbukti merupakan izin gubernur Aceh yaitu pada masa periode awal kepemimpinan Irwandi Yusuf. Padahal sesuai undang undang seharusnya gubernur tidak boleh memberikan izin di atas 10 ribu hektar lebih kepada perusahaan.

“Tetapi, ini Irwandi Yusuf memberikan izin kepada perusahaan PT RPPI,” imbuh Nasir.

“Kami Walhi Aceh sudah menyurati Gubernur Aceh Karena persoalan izin PT RPPI tersebut masih berada di dalam kawasan hutan produksi yang masih produktif,” katanya lagi.

Akan tetapi dikatakan oleh pihak Walhi Aceh tidak ditanggapi, sehingga pihaknya melakukan permohonan di pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Aspek hukum Fiktif-Positif. [ ]

BAGIKAN

KOMENTAR