Ratusan Warga Ikut Abadikan Eksekusi Cambuk

0
81
Warga tampak mengabadikan eksekusi cambuk menggunakan kamera handphone didepan Masjid Syuhada Lamgugop Banda Aceh. Selasa 23 Mei 2017. Foto: Liputanaceh
Warga tampak mengabadikan eksekusi cambuk menggunakan kamera handphone didepan Masjid Syuhada Lamgugop Banda Aceh. Selasa 23 Mei 2017. Foto: Liputanaceh
Warga tampak mengabadikan eksekusi cambuk menggunakan kamera handphone didepan Masjid Syuhada Lamgugop Banda Aceh. Selasa 23 Mei 2017. Foto: Liputanaceh

Banda Aceh | LA – Ratusan warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya turut mengabadikan prosesi eksekusi hukuman cambuk terhadap para pelanggar Syariat Islam di wilayah hukum Kota Banda Aceh, yang diselenggarakan di halaman Masjid Syuhada Lamgugop Banda Aceh. Selasa, 23 Mei 2017.

Proses eksekusi hukuman cambuk ini dihadiri seribuan lebih warga yang berasal dari sejumlah daerah, terutama warga Desa Lamgugup, Lamnyong, Ulee kareng, Peurada, Lingke, dan sejumlah Gampong lainnya di dalam kawasan Kota Banda Aceh.

Setelah menunggu sejak pukul 09.00 WIB, akhirnya warga berhasil melihat langsung para pelaku pelanggar hukum Agama Islam  yang diterapkan Pemerintah Aceh itu, satu persatu dipanggil dan naik ke atas panggung guna menjalani hukuman cambuk yang dieksekusi langsung seorang Algojo berjubah.

Pada saat terpidana cambuk melangkah menaiki panggung, tampak ratusan warga langsung mengeluarkan handphone miliknya demi mengabadikan langsung moment tersebut dengan menggunakan kamera handphone mereka. “Kita rekam dan kita sebarkan ke media sosial biar jadi pelajaran untuk yang lain,” cetus salah seorang warga sembari menyodorkan moncong kamera handphone miliknya ke arah panggung.

Pantauan Liputan Aceh, warga tampak seperti tak puas dengan eksekusi cambuk kali ini, pasalnya, mereka mengaku penerapan hukuman cambuk masih terlihat belum serius. “Kalau dipukulnya tidak keras, pasti tidak ada efek jera, kedepan kemungkinan akan terulang lagi,” kata salah seorang warga yang tampak tidak puas karena melihat panitia sempat melarang algojo untuk tidak mengayunkan rotan terlalu keras.

Sementara dari sudut paling belakang atau di dekat gerbang masjid, sejumlah warga terdengar menyeru supaya algojo mengayunkan rotannya lebih keras. “Pukul yang keras pak algojo, biar tau rasanya sakit, jangan cuma mau enaknya saja,” teriak mereka. Kegiatan tersebut berlangsung lancar, aman, dan tertib. (HS)

BAGIKAN

KOMENTAR