RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen Terima Akreditasi Perdana

0
178

PIDIE | LA- Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen, Kabupaten Pidie mendapat anugrah Akreditasi perdana dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Republik Indonesia.

Akreditasi tersebut diberikan berdasarkan penilaian Tim Surveior KARS yang terdiri dari dr. Elsa Christy, M.Kes dan Tri Nur Handayani, S.Kep.Ns, M.Kep.Sp.Kep.MB yang dilakukan pada tanggal 19-20 Desember 2017 lalu terhadap RSUD Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen, Pidie.

Sekretaris Panitia Akreditasi RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen, Ns.Mirzal Tawi, MKM kepada wartawan, Sabtu 6 Januari 2018 mengatakan, survey akreditasi RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunun saat itu dilakukan dengan versi 2012 yaitu menggunakan program khusus dengan empat standar.

Antara lain dengan melihat pemenuhan Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kualifikasi Pendidikan Staf (KPS), dan Standar Keselamatan Pasien (SKP).

“Adapun prores untuk mendapatkan akreditasi saat ini sangat sulit dan anugrah ini sangat penting. Karena tanpa akreditasi, maka RS tidak diakui secara  nasional,” kata Mirzal Tawi.

Selain itu, Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen, Kamaruzzaman mengucapkan syukur atas pencapain hasil kerja keras segenap karyawan RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunun dan semua elemen dukungan yang luar biasa dari Pemda Pidie kita bisa meraih akreditasi perdana.

“Sementara itu hanya dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 50 hari kita bekerja siang malam menyiapkan semua dokumen dan aplikatifnya dan hasilnya kita mendapatkan akreditasi,” ujar Kamaruz.

Hal lain juga menurut Kamaruzzaman Rumah Sakit ini merupakan prestasi yang cukup prestisius dan fenomenal, dan mungkin ini sebuah rekor akreditasi tercepat.

Selain itu, tahun 2019 semua RS harus sudah terakreditasi. Kalau tidak, maka siap-siap BPJS tidak akan membayar pasien yang berobat menggunakan JKN, maupun JKA.

“Dengan adanya akreditasi ini akan menjamin pasien safety, health worker safety, dan enviromental safety,” ujar Katua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pidie tersebut.

Namun dirinya yang diembankan tugaskan mengelola RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen, meminta dengan pencapain akreditasi ini agar lebih baik ke depan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Dan jangan sampai menurun dari tahun-tahun yang sebelumnya,” kata Kamaruzzaman. **(RJ)

BAGIKAN

KOMENTAR