RSUDZA Bantah Punya Hutang 70 Miliar

0
218
Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin. Foto: Goaceh/Ilustrasi

Banda Aceh | LA – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, melalui Kabid Humas RSUDZA, Rahmadi, membantah kabar yang beredar di salah satu media cetak terkemuka di Aceh terkait RSUDZA yang diduga tersandera hutang sebesar 70 miliar dengan pihak ketiga. Bantahan tersebut disampaikan Rahmadi saat diwawancarai Liputan Aceh, pada Rabu 31 Mei 2017.

“Itu tidak benar, berita yang disampaikan media tersebut ada kekeliruan dan sama sekali tidak benar,” ujar Rahmadi.

Rahmadi memang tidak menampik terkait adanya penyampaian yang disampaikan Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, dr. Azharuddin, kepada Wakil Ketua I DPRA, Drs. Sulaiman Abda M.Si, dalam pertemuan mereka di Rumoh Aceh, Tibang, Banda Aceh, Jumat 26 Mei 2017 sebagaimana disiarkan media Serambinews.com pada Sabtu 27 Mei 2017.

Berita yang dikeluarkan media tersebut berjudul RSUZA pun Terutang Rp 70 Miliar, yang memberitakan bahwa Rumah Sakit dibawah payung Pamerintah Aceh itu memiliki hutang yang begitu besar.

Namun terkait dugaan adanya hutang sebesar 70 miliar tersebut dibantahnya karena menurutnya Rumah Sakit nomor satu di Aceh itu sama sekali tidak memiliki hutang sebanyak itu dengan pihak ketiga. “Kalau memang tidak percaya bisa kita tanyakan langsung kepada pihak keuangan,” kata dia.

Dikatakan dia, yang mengetahui segala permasalahan keuangan di Rumah Sakit Umum terbesar di Aceh itu adalah pihak keuangan yang tugasnya memang mengelola keuangan rumah sakit. “Jadi yang berhak memberikan keterangan tersebut adalah pihak keuangan, bukan Wakil Direktur Pelayanan RSUZA,” jelasnya.

Meskipun begitu, dia menyebut tidak ada rencana atau upaya apapun dari pihak rumah sakit untuk mengajukan keberatan atas pemberitaan yang dianggap keliru itu, apalagi berupaya mengajukan gugatan karena dinilai telah mengeluarkan pemberitaan yang tidak benar terkait hutang rumah sakit yang sama sekali tidak ada buktinya.

Rahmadi pun berharap, masyarakat tidak salah persepsi menanggapi pemberitaan tersebut, karena belum adanya keterangan lebih jelas dari pihak keuangan. Lagipula lanjut dia, pihak pemberita juga belum menanyakan informasi lebih lanjut tentang hal ini. “Jadi sampai saat ini pihak pemberita juga belum menanyakan lebih lanjut kepada kami tentang hal ini, karena itu sekali lagi kami sampaikan bahwa pemberitaan tentang hutang 70 miliar ini tidak benar,” tegasnya. (HSP)

BAGIKAN

KOMENTAR