Rupiah Menguat 50 Poin ke Level Rp15.150 per USD

0
13
Ilustrasi Uang/Tribun

LA – Langkah Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menstabilkan rupiah cukup manjur dua hari belakangan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot, Rabu (17/10/2018) mulai menjauh dari level Rp15.200 per USD.

Indeks Bloomberg mencatat kurs rupiah pada Rabu petang ini ditutup menguat 50 poin atau 0,33% ke level Rp15.150 per USD, berbanding penutupan kemarin di Rp15.200. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat di level Rp15.178. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp15.150-Rp15.186 per USD.

Senada, mata uang NKRI di data Yahoo Finance juga menguat pada perdagangan petang ini. Rupiah terapresiasi 50 poin alias 0,33% ke level Rp15.145 per USD, berbanding penutupan Selasa di Rp15.195 per USD. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp15.140-Rp15.200 per USD.

Langkah BI tersebut membuat rupiah menjadi mata uang yang terkuat pada hari ini di Asia. Menukil dari exchange-rates.org, dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang Asia seperti dolar Singapura yang turun ke 1,374, won Korea Selatan melemah 1.126,17, yuan China yang jatuh ke 6,92, ringgit Malaysia turun ke 4.150, baht Thailand jatuh ke 32,51 dan peso Filipina menukik ke 53,90.

Sementara itu, dolar AS mengambil untung terhadap enam mata uang utama pada Rabu ini, merespons pendapatan Wall Street yang menguat. Tiga indeks utama Wall Street naik lebih dari 2% karena hasil kuartalan emiten AS yang mumpuni.

Mengutip dari Reuters, pendapatan perusahaan Amerika yang kuat menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi negaranya Donald Trump berada di koridor positif, kendati The Fed memberi sinyal tetap akan menaikkan suku bunga dan masih berlanjutnya ketegangan perdagangan.

Data per September 2018 menyatakan produksi industri AS meningkat empat bulan beruntun, didorong oleh keuntungan di sektor manufaktur dan pertambangan. Energi dari data produksi industri dan Wall Street membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,14% ke level 95,18.

Greenback pun naik 0,07% terhadap yen Jepang menjadi 112,34 yen. Poundsterling Inggris melemah 0,1% menjadi USD1,3175 dan euro lebih rendah 0,1% menjadi USD1,1560.

Dolar AS pun diperkirakan akan beringas pada pekan-pekan kedepan, menjelang risalah pertemuan Federal Reserve pada September lalu, yang akan dirilis pada Rabu waktu AS atau Kamis besok waktu Indonesia. Pelaku pasar akan mencari petunjuk arah dolar dalam risalah ini.

Dari risalah itu, kemungkinan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember mendatang. Pasar memprediksi suku bunga berjangka akan naik, dengan tingkat probabilitas menurut FedWatch Tool CME Group sebesar 77%.

Sindonews.com

BAGIKAN

KOMENTAR