SADaR Aceh Mempertanyakan Rakor Ulama Dayah, Kenapa?

1
956
foto doc rakor ulama

Banda Aceh | LA – Rapat Koordinasi Ulama Dayah se-Aceh Tahun 2017 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh dipertanyakan oleh Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Aceh. Hal ini disampaikan oleh Sekjen SADaR Aceh, Haekal Afifa melalui siaran pers kepada redaksi liputanaceh.com pada Rabu (29/11/2017) di Banda Aceh.

“Sedikit aneh, Rapat Koordinasi Ulama Dayah se-Aceh tapi Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) tidak menerima undangan. Kenapa bisa seperti ini?,” tanya Haekal.

Ia menambahkan, selama ini menurut pantauan SADaR kegiatan yang diadakan oleh Dinas Dayah terkesan asal jadi. Bahkan, hari terakhir Rakor tersebut kabarnya sudah tidak ada lagi kegiatan.

Baca Juga : Rais ‘Am RTA Aceh Besar Dampingi Kafilah MQK Aceh ke Nasional

“Apa Dinas Dayah hanya memanfaatkan nama dan photo Ulama Aceh untuk bisa menyedot anggaran akhir tahun?,” tegas Haekal mempertanyakan.

Haikal yang juga Ketua Divisi Riset Rabithah Thaliban Aceh (RTA) ini juga meminta agar Pemerintah Aceh mengevaluasi Dinas Pendidikan Dayah. Karena, selama ini kinerjanya justru tidak memiliki peningkatan, baik serapan anggaran maupun capaian program.

“Dinas Pendidikan Dayah terkesan lambông-lambông keupiyah Teungku. Bahkan merusak citra kaum dayah.  Karena selama ini, kami melihat mereka tidak paham bagaimana memperlakukan dayah,” tutup Haekal.[]

BAGIKAN

KOMENTAR