Sail Sabang 2017, Aceh Kekurangan Kapal Transportasi

0
82
Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi dan Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya saat berbincang mengenai Sail Sabang. Foto: LA

Aceh | LA – Pergelaran kegiatan internasional Sail Sabang tahun 2017 akan dilaksanakan pada bulan November 2017 mendatang. Namun Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, mengaku masih memiliki kendala dalam hal transportasi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi di hadapan rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) saat melakukan kunjungan kerja meninjau langsung kesiapan Pemerintah Aceh dan Pemko Sabang terhadap pelaksanaan kegiatan Sail Sabang 2017.

“Perlu kami sampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Sail Sabang 2017 ini akan digelar pada tanggal 28 November 2017 hingga 4 Desember 2017 mendatang, dan rencananya Presiden Republik Indonesia akan datang ke Sabang pada tanggal 2 Desember 2017, karena akan membuka sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan pada kesempatan tersebut,” kata Reza.

Disampaikan Reza, acara Sail Sabang yang bertujuan menjual wisata Sabang ke dunia internasional ini akan mengadakan sebanyak 24 rangkaian kegiatan. Diantaranya kata Reza, diving internasional, foto kontes, fun bike, dan juga penjelasan atau promosi tentang bahari Sabang.

Namun menjelang pelaksanaan Sail Sabang yang hanya tinggal beberapa bulan lagi itu, pihaknya mengaku masih memiliki sejumlah kendala yang dikhawatirkan berpengaruh bagi pelaksanaan kegiatan yang bertarap internasional tersebut.

“Diprediksi nantinya tamu yang akan datang mencapai 20.000 (dua puluh ribu) orang wisatawan, sedangkan kamar yang ada di Sabang hari ini hanya berjumlah 110.000 (seratus sepuluh ribu) kamar, sedangkan yang dibutuhkan adalah 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) kamar untuk 20.000 (dua puluh ribu) pengunjung,” jelas Kadisbudpar Aceh.

Dikatakan Reza, pihaknya yang bekerjasama dengan Pemko Sabang dan BPKS Sabang, akan mengupayakan adanya penambahan kamar untuk penginapan dengan cara memaksimalkan homestay daerah setempat. “Nanti kita akan maksimalkan peran homestay yang ada demi mendukung kesiapan pelaksanaan Sail Sabang, agar tidak ada wisatawan yang tidak mendapatkan penginapan,” sebutnya.

Kendala lain yang disampaikan Reza Fahlevi terkait kesiapan pelaksanaan Sail Sabang 2017 yakni kekurangan kapal transportasi Ulee Lheue-Balohan, yang hanya tinggal tiga kapal saja bisa beroperasi. “Jumlah sehari itu hanya bisa mengangkut sebanyak 3.000 (tiga ribu) orang saja. Kita butuh transportasi tambahan,” ungkapnya. (Hidayat Pulo)