Satu Warga Aceh Dipastikan Selamat dari Kapal Karam di Malaysia

0

Malaysia+Ship+Accident

MALAYSIA – Seorang penumpang yang selamat tragedi bot karam di perairan Sabak Bernam, Malaysia, diketahui bernama Erni Juwita, dari Aceh.

Melansir bernama.com, Erni merupakan pendatang asing tanpa izin dari Aceh. Ia merupakan satu dari belasan warga yang berhasil diselamatkan oleh tim SAR Malaysia.

“Timbalan Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi melawat mangsa bot karam yang terselamat Erni Juwita,26, yang merupakan pendatang asing tanpa izin dari Aceh ketika melawat markas utama Mencari dan Menyelamat (SAR) di Perhentian Feri Ladang Sungei Bernam hari ini,” tulis bernama.com terkait foto Erni Juwita.

Bernama juga menampilkan beberapa foto Erni Juwita yang kini sedang dirawat di Markas SAR Malaysia.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 35 warga negara Indonesia yang menjadi korban kapal tenggelam di Malaysia, hingga saat ini belum diketahui nasibnya. Operasi pencarian korban kapal yang tenggelam di perairan bagian barat Malaysia, pada Kamis (3/9/2015) malam, sempat dihentikan karena terkendala kondisi cuaca.

“Cuaca tadi malam di daerah operasi dilaporkan terjadi hujan cukup lebat. Hal ini sangat mengkhawatirkan keselamatan para korban yang di perkirakan masih berjumlah sekitar 35 orang,” ujar Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, dalam keterangan yang diterima, Jumat (4/9/2015).

Meski sempat dihentikan, 8 kapal yang digunakan untuk pencarian terus disiagakan di Pelabuhan Hutan Melintang, Malaysia. Kapal dengan panjang 15 meter dan lebar 3 meter tersebut, diduga membawa lebih dari 70 WNI.

Saat ini, dari 19 penumpang yang berhasil selamat (sebelumnya dilaporkan 20), sebanyak 18 orang malam ini akan dipindahkan ke Klang, sementara 1 korban perempuan masih mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara itu, upaya identifikasi dengan mencocokan data post mortem terhadap 15 korban meninggal dunia (sebelumnya dilaporkan 14 orang), akan dilakukan pada hari ini di Rumah Sakit Ipoh. KBRI di Malaysia akan meminta foto para korban untuk ditunjukkan apabila ada keluarga yang mencari.