Seluruh Daerah Kesulitan Dalam Mencairkan Insentif Tenaga Medis

0
Sumber : Dukumen Foto Humas RSUDZA

Banda Aceh | LA – Insentif tenaga medis menjadi menu hangat yang diperbincangkan oleh para netizen di Aceh dalam beberapa pekan terakhir, pasalnya hingga saat ini insentif tenaga medis belum juga cair.

Para netizen menjadikan isu ini sebagai mainan untuk berselancar bebas di dunia maya dan tidak enggan mengarahkannya pada hal-hal negatif seperti menyudutkan pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Ir, H, Nova Iriansyah, MT sebagai Plt.Gunernur Aceh.

Mereka (netizen) menganggap bahwa belum cairnya dana insentif tenaga medis dikarnakan oleh ketidakseriusan Pemerintah Aceh dalam memberikan jaminan dan perhatian kepada para tenaga medis yang bertugas menangani covid-19.

Namun, tahukah kita semua bahwa bukan hanya Aceh yang belum mencairkan insentif untuk tenaga medis ? Sengkarut pencairan insentif tenaga medis dirasakan di hampir seluruh Provinsi di Indonesia dan mengakibatkan lambannya pencairan insentif tersebut.

Karena insentif tenaga medis menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka proses pencairan insentif tersebut harus mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, dan proses tersebut menjadi penyebab lambatnya pencairan.

Kepala Daerah berada pada posisi yang dilematis, disatu sisi ingin insentif tenaga medis segera dicairkan, disisi lain aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementrian kesehatan menghambat upaya untuk mempercepat pencairannya.

Panjangnya birokrasi dalam proses pencairan insentif tenaga medis yang dikeluhkan oleh setiap Daerah, juga mendapat respon dari Presiden RI, Jokowi mengintruksikan agar birokrasi/prosedur di Kementerian Kesehatan (Kemkes) dipotong sehingga proses pencairan insentif tersebut tidak bertele-tele.

Menyahuti intruksi Jokowi, Menteri Kesehatan mengeluarkan keputusan dengan nomor HK.01.07/MENKES/392/2020 tentang pemberian insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani corona virus Disease 2019 (Covid-19), keputusan ini menggantikan Kepmenkes sebelumnya, yakni nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Dalam aturan terbaru itu, alur proses pencairan insentif tenaga medis dipangkas menjadi lebih singkat, walaupun dalam prosesnya masih terdapat kendala terkait birokrasi dan tertib administrasi karna anggaran yang digunakan adalah APBN.

Untuk itu, Tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Aceh harus bersabar, informasi yang kami terima, pencairan insentif tenaga medis saat ini masih berproses untuk dicairkan,

Perhatian Plt.Gubernur Untuk Tenaga medis Covid-19

Plt.Gubernur Aceh Ir.H. Nova Iriansyah, MT telah berupaya untuk memberikan perhatian kepada para tenaga medis. Langkah awal yang dilakukan sebagai bentuk perhatiannya kepada tenaga medis adalah dengan menyerahkan bingkisan bahan pokok kepada keluarga Tim Medis dan non Medis Penanganan Covid-19 Aceh. Sebanyak 250 lebih paket bahan pokok untuk kebutuhan pangan dua minggu diantar langsung ke rumah para pejuang Covid-19.(Red)