Serahkan KIP,  Jokowi: Kalau Anggaran Pemerintah Berlebih, Ya Ditambah

0
12
Siswa-siswa penerima KIP yang diserahkan oleh Presiden Jokowi, di SMA Negeri 3 Salatiga, Jawa Tengah, Senin (25/9) siang. (Foto: OJI/Humas)

JAKARTA | LA- Usai bersilaturahmi dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) dalam rangka Hari Tani Nasional 2017, di Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di SMA Negeri 3 Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Senin 25 September 2017.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, KIP untuk SD nilainya Rp450.000. Sedangkan untuk SMP nilai Rp750.000, dan SMA/SMK nilainya Rp1 juta. Ia berpesan, agar dana yang ada dibelikan untuk keperluan-keperluan sekolah, bisa untuk beli buku.

“Bisa untuk beli tas, bisa untuk beli sepatu, bisa untuk beli seragam sekolah,” ujarnya.

Untuk beli pulsa? “Tidak boleh,” tegas Presiden seraya mengingatkan, kalau nanti ada yang beli pulsa dengan menggunakan dana Kartu Indonesia Pintar, kartunya akan dicabut.

“Jadi hati-hati anak-anak,  ini hanya untuk keperluan sekolah, untuk keperluan pendidikan,” tutur Presiden seraya berpesan, agar anak-anak penerima KIP harus belajar yang rajin, belajar yang giat. Nanti tahun depan, lanjut Presiden, akan diberikan lagi. Kalau anggaran pemerintah nanti ada berlebih ya ditambah. “Doakan semuanya,” pintanya.**

BAGIKAN

KOMENTAR