Seruan Bersama Forkopimda Aceh Utara Dinilai Perlu Sosialisasi

0

BANDA ACEH | LA –  Ikatan Masyarakat Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh Sangat Mendukung Deklarasi seruan Forkopimda Kabupaten Aceh Utara bersama Puluhan Forum Silaturrahmi organisasi masyarakat (Ormas) Islam, tentang anak usia 17 tahun ke bawah tidak dibenarkan berkeliaran pada malam hari saat jam belajar tanpa didampingi orangtua dan kaum perempuan tidak dibenarkan berkeliaran pada malam hari tanpa didampingi suami serta keluarganya.

Ketua umum Impelma BNA, Rifki Ismail Memandang Perlunya Sosialisasi dan Pembinaan yang baik kepada Generasi Muda dan Perempuan  yang dimaksud agar harapan pengaplikasian atas seruan tersebut dapat  dilaksanakan secara baik dan tanpa paksaan.

“Teori dan Praktik Memang harus satu paket, demikian halnya Praktik Pengajaran baca Alquran Malaikat Jibril Kepada Nabi Muhamad saw dengan bermodalkan metode talqin taklid dipastikan Nabi Mampu membaca Alquran sesuai dengan apa yang diperdengarkan oleh malaikat Jibril. Hal ini menyebabkan Perlunya perpaduan yang baik antara teori (seruan) dengan Praktik (Sosialisasi dan pembinaan) agar Maksud Deklarasi Seruan larangan keluar malam tersebut dapat terealisirkan secara baik sesuai harapan bersama seluruh masyarakat Aceh Utara pada khususnya,” kata Rifki dalam rilis yang diterima Liputanaceh.com, Jumat (12/7/2019) pagi.

Selain itu, kata Rifki, dasar Larangan keluar malam tersebut menjadi upaya peringatan bahwa di malam hari adalah waktunya belajar bagi pelajar baik di pelajaran agama di pesantren maupun di rumah masing-masing.

“Sebagai harapan terjaganya para pelajar dan kaum perempuan dari berbagai kejatan, seperti Narkoba, peluang terjadinya pencurian, Maksiat dan hal-hal lainnya yang dianggap sebagai larangan dalam agama dan kehidupan bersosial kemasyarakatan, ” pungkas Rifki.