Sesalkan Aksi Pengrusakan Mobil Jamaah MPTT-I di Kluet Raya, Ketua Forkab Aceh Selatan dan Abdiya Minta Polisi Usut Tuntas

0
Ketua Forkab Aceh Selatan, Syahrul.

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya, sesalkan adanya pengruskan terhadap property milik jamah  MPTT-I sekaligus meminta kepada Kapolres Aceh Selatan agar menangkap dalang dan pelaku aksi pengrusakan property milik jamaah MPTT-I yang terjadi pada malam Rabu tanggal 04 Agustus 2020 sekira pukul 20.30 Wib, Desa Simpang Empat Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan.

Disampaikan oleh Ketua Forkab Aceh Selatan Syahrul dan Aceh Barat Daya, Zainal Abidin kepada liputanaceh.com Senin (10/08/20), berdasarkan informasi dan alat bukti yang mereka kumpulkan, bahwa aksi massa itu mulai terjadi saat silaturrahmi jamah MPTT-I Kluet Raya yang mengundang, Abu Muda Syukri Wali, anak kandung Abuya Syekh H Amran Waly Al Khalidy, bin Abuya Syekh Muhammad Muda Waly Al Khalidy  dan Abi Ahmad Junaidi yang merupakan Pembina dari Remaja Putri Tauhid Tasawuf serta rombongan yang hadir pada malam itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Syahrul menyebutkan, sekitar pukul ± 21.30 Wib, datang rombongan massa sekitar ± 400 orang yang diduga dipimpin Tgk. MT dan Tgk. SJ, ke Posko MPTT-I dan memaksa acara silaturahmi tersebut dihentikan kemudian diakhiri dengan tindakan anarkis berupa perbuatan pelemparan dan pemukulan  mobil sembari melontarkan kata “ajaran kafir” kepada Abu Muda Syukri Waly serta rombongan.

Pada saat Rombongan Abu Muda akan keluar dari Posko, massa melempari Posko MPTT-I dengan batu, dan Jamaah MPTT-I keluar dengan baik-baik dan tidak melakukan perlawanan.

Selanjutnya Rombongan Abu Muda masuk ke dalam mobil, lalu mobil Mobilio No.Pol 1467 TD  milik Zulhaimi ditendang dan jamaah diludahi dan kembali diteriaki dengan kata-kata yang sangat menghina, dengan melontarkan ucapan “kafir” dan “sesat”.

Sedangkan mobil Avanza No.Pol. BL 1738 TL milik Abi Ahmad Junaidi dengan cara ditinju dan dilempari dengan batu sehingga pecah kaca belakang sebanyak 3 (tiga) lobang.

“Jadi sekitar pukul ± 22.00 Wib, acara silaturrahmi MPTT-I tersebut belum sempat dimulai sudah dibubarkan secara paksa diakhiri dengan aksi anarnikis pelemparan batu,” kata Syahrul.

Bahwa, lanjut Syahrul, terhadap perusakan mobil Mobilio No.Pol 1467 TD dan Avanza No.Pol BL 1738 TL tersebut merupakan tindak pidana perusakan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 170 KUHP jo 406 KUHP.

Pada Pasal 170 ayat (1) KUHP berbunyi, sebagai berikut;

ayat (1). Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Bahwa Pasal 406 KUHP berbunyi, sebagai berikut:

(1). Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2). Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

Unsur-unsur dari Pasal 170 dan Pasal 406 KUHP, yaitu:

  1. Barangsiapa;
  2. Dengan sengaja dan melawan hukum;
  3. Melakukan perbuatan menghancurkan, merusakkan, membuat tidak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu;
  4. Barang tersebut seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain.

Berdasarkan penjelasan hukum diatas, Ketua Forkab Aceh Selatan dan Abdiya, berkesimpulan bahwa kasus dugaan tindak pidana perusakan mobil Mobilio No.Pol 1467 TD dan Avanza No.Pol. BL 1738 TL sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) dan Pasal 406 KUHP sangat layak untuk dilakukan penyidikan dan dilakukan penuntutan di depan pengadilan yang berwenang untuk itu serta untuk tegaknya keadilan di bumi Indonesia yang kita cintai ini.

“Kita harap pihak kepolisian di Aceh Selatan, serius menangani kasus ini hingga tuntas sesuai hukum yang berlaku di negeri ini,” pungkasnya.

Dikomfirmasi secara terpisah via ponsel dan wa, Abi Junaidi  membenarkan hal itu.

“Kronologis kejadiannnya, benar seperti itu, saya juga sudah melaporkan ke pihak yang berwajib, dan saat ini kedua mobil yang jadi sasaran lemparan batu oleh pelaku masih di Mapolres Aceh Selatan, sebagai alat bukti,” jawabnya singkat.