Setahun, 12 Gajah Sumatera Mati di Aceh

0
272

334621_gajah-mati-di-perkebunan-sawit-aceh-timur_325_183

ACEH TIMUR – Warga Dusun Seumedang, Desa Seumanah Jaya, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, kembali menemukan seekor gajah Sumatera yang mati di kawasan hutan tanaman industri (HTI) Kecamatan Ranto Peureulak, Minggu, 15 November 2015.

Gajah yang berusia sekitar delapan tahun ini mati di alur-alur dekat perkebunan warga dengan kondisi sudah membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Sebelumnya, dua hari lalu, warga Ranto Peureulak juga menemukan gajah betina mati di kawasan PT Atakana. Gajah itu mati terkena sengatan listrik yang sengaja di pasang oleh warga.

Hal itu dilakukan warga untuk melindungi tanamannya. Berdasarkan keterangan warga setempat, Juna (43), sudah 12 ekor gajah mati di Desa Seumanah Jaya sejak setahun terakhir.

“Sebenarnya sudah 12 ekor gajah yang mati di desa ini, namun yang terpublikasi oleh media hanya lima ekor saja,” kata Juna.

Seperti diketahui, minggu lalu lima rumah hancur diobrak-abrik oleh kawanan gajah liar. Tak hanya itu, 50 ekor gajah juga merusak tanaman warga, seperti kakao, sawit, dan jagung.

Segerombolan gajah itu datang di malam hari saat warga sedang tidur. Mendengar suara awungan gajah. Warga lari berhaburan keluar rumah dan mencari tempat yang aman.

“Beruntungnya kawanan gajah itu hanya merusak rumah dan perkebunan kami, tidak ada korban jiwa,” kata Juna.

Dia menjelaskan, konflik gajah dan manusia ini sudah terjadi sejak 12 tahun lalu. Hewan yang memiliki belalai ini dinilai selalu merusak perkebunan warga.

Menurutnya, hal itu karena habitat hewan yang dilindungi itu sudah hancur dan beralih menjadi perkebunan. Apalagi, kurangnya kesadaran manusia menebang pohon di hutan yang dilindungi, sehingga para kawanan gajah turun ke permukiman penduduk.(viva.co.id)

BAGIKAN

KOMENTAR