Sidak Lokasi Proyek Pembangunan Masjid Raya, Ini Yang Ditemukan Komisi IV DPRA

0
190
Kondisi pengerjaan proyek di Masjid Raya Baiturrahman tampak belum selesai. Foto: Liputanaceh
Kondisi pengerjaan proyek di Masjid Raya Baiturrahman tampak belum selesai. Foto: Liputanaceh
Kondisi pengerjaan proyek di Masjid Raya Baiturrahman tampak belum selesai. Foto: Liputanaceh

Banda Aceh | LA- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), melakukan kunjungan kerja ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh terkait pembangunan payung hidrolik dan peningkatan kapasitas jemaah serta fasilitas umum di Masjid Raya Baiturrahman, Selasa, 16 Mei 2017.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Wakil Rakyat Aceh itu mengaku mendapatkan sejumlah temuan yang perlu mendapatkan perhatian serta harus adanya perbaikan lagi sebelum benar-benar difungsikan oleh masyarakat atau jamaah yang akan beribadah di masjid raya ibukota Provinsi Aceh.

“Meskipun sudah diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, beberapa waktu lalu, namun masih ada hal yang kurang dan perlu ditinjau ulang agar segera diperbaiki,” kata Ketua Komisi IV Tgk. Anwar Ramli, S.Pd, di sela-sela kunjungannya.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan pihak rekanan yaitu PT. Waskita Karya, apaka kembali dapat menyelesaikan atau tidak bisa menyelesaikan sesuai dengan kontrak yang telah ada.

Sementara informasi yang diterima rombongan Komisi IV DPRA, pihak Waskita Karya telah mengajukan perpanjangan adendum supaya mereka dapat menyelesaikan finishing pembangunan Masjid Raya baiturrahman yang masih kurang tersebut.

Adapun tim Komisi IV yang melakukan kunker pada harin ini, diantaranya Ketua Komisi Tgk. Anwar Ramli, S.Pd, Asrizal H. Asnawi, Zulfadhli, A. Md, Drs. H. Abdurrahman Ahmad, Hendri Yono, S.Sos, Tarmizi,  dan Tgk. Usman.

Melalui agenda ini, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, khususnya Komisi IV DPRA yang membidangi Pembangunan dan Tata Ruang, bisa mendapat informasi data “real” di lokasi proyek Pembangungan Landscape dan Infrastruktur Mesjid Raya Baiturrahman yang dikerjakan PT. WASKITA KARYA (Persero) Tbk.

Perlu diketahui, anggaran pembangunan tersebut bersumber dari dana OTSUS yang setiap tahunnya dianggarkan sebesar, pada Tahun 2015 sebesar Rp. 81.000.000.000, Tahun 2016 sebesar Rp.315.345.210.400, Tahun 2017 sebesar Rp. 61.779.329.600. (AR/H)

BAGIKAN

KOMENTAR