Sifat Yang Dibenci Rasulullah SAW

0

Liputanaceh.com | Semua umat Muslim di dunia tentu ingin meneladani sifat Rasulullah. Kelak, sifat mulia tersebut bisa menjadi bekal untuk umat manusia di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan, sungguh yang paling aku benci di antara kalian dan paling jauh duduknya denganku pada hari kiamat adalah al-tsatsaruun dan al-mutasyaddiquun serta al-mutafaihiquun.”

Lewat hadits ini, Nabi SAW mengingatkan umatnya mengenai tiga hal yang sangat dibencinya karena termasuk perilaku buruk. Tiga hal tersebut adalah:

1. Al-tsartsaruun, orang yang suka membual

Rasulullah membenci orang-orang yang suka membual atau berdusta. Rasulullah juga membenci orang yang pandai bersilat lidah dan orang suka bicara seenaknya tanpa menjaga adab.

Rasulullah bersabda, “FAL YAQUL KHOIRON AU LI YASHMUT (Hendaklah ia berkata baik atau diam)” (HR Bukhari & Muslim)

2. Al-mutasyaddiquun, orang yang suka berbicara berlebihan

Rasulullah juga membenci orang-orang yang gaya bicaranya berlebihan tidak sesuai fakta, pandai bertutur kata untuk mendapat pujian. Rasulullah juga membenci orang yang hatinya kotor. Jika hati kotor, maka lisannya pun akan kotor.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (Surat Al-Ahzab Ayat 70-71).

3. Al-mutafaihiquun, orang yang angkuh

Rasulullah membenci orang yang angkuh atau sombong. Kesombongan pertama adalah ketika iblis menolak sujud kepada Nabi Adam AS, lalu ia pun dikeluarkan dari surga (QS [5]:29-35).

Fir’aun yang mengaku Tuhan (QS [79]:23-25,[28]:38), akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah. Qarun yang pongah karena harta kekayaannya (QS [28]:76-82), dilenyapkan ke perut bumi. Raja Namrudz yang menyetarakan diri dengan Allah SWT, justru dimatikan seekor nyamuk.

“Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata: Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,’ dia berkata, ‘Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata, ‘Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat’ Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.” (Al-Baqarah: 258)