Silaturahmi Ketua Umum PP Pergunu bersama Kyai Kampung sebagai Wilayah 3 Cirebon

0
14

Majalengka | LA– Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menyelenggarakan temu Silaturahmi Ketua Umum PP Pergunu KH Dr bersama Kyai Kampung dan Da’i Muda se Wilayah 3 Cirebon yang diikuti oleh 321 Kyai dan Da’i Muda perwakikan dari Kabupaten Majalengka, Ibdramayu, Kuningan dan Cirebon.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula MAU Amanatul Ummah 02 Majalengka Jl. Raya Selatan Leuwimunding No.09 Majalengka (07/11/2018)

Pada kesempatan itu, ketua Umum PP Pergunu KH Dr Asep Saifuddin Chalim menyampaikan betapa penting mempunyai kepala negara yang takut dan taqwa kepada Alloh SWT.

“Indikator takut dan taqwa itu shalat. Shalat Pak Jokowi baik, sesuai kitab Safinatus Shalat. Saya saksikan sendiri, tanpa hijab,” kata Kiai Asep yang juga merupakan ketua Dewan Pakar JKSN Pusat.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur itu memberikan kriteria calon pemimpin yang harus dipilih, pertama, Pemimpin yang baik adalah yang mempunyai kebijakan yang ada keberpihakan kepada rakyat.

Kedua, seorang pemimpin harus menghargai dan mencintai ulama serta menunjukan keberpihakan kepada pesantren baik, terlebih mengakui dan mengapresiasi keberadaan santri dalam terbentuknya NKRI.

Semetara itu, Ketua PW Pergunu Jawa Barat H Saepuloh menegaskan kepada semua pengurus dan anggota Pergunu bahwa loyalitas dan komitmen organisasi itu harus menjadi dasar dalam berorganisasi.

“Sebagai pengurus dan kader Pergunu, maka kita harus memperlihatkan loyalitas dan komitmen kepada organisasi, semua arahan dan petunjuk Ketua Umum Pergunu, pak Kyai Asep harus dilaksanakan secara maksimal, sebagai bukti kepatuhan kita pada organisasi” tutur Saepuloh

Selain itu, H Saepuloh menghimbau agar guru-guru yang tergabung di Pergunu untuk menyatakan perang terhadap berita hoax dan jangan menjadi bagian dari penyerang hoax.

“Berita hoax sekarang ini makin merajalela, bahkan guru menjadi korban hox yang terbesar, seharusnya guru menjadi benteng terdepan akan semua berita hoax, karena itu sangat berbahaya bagi keberlangsungan bangsa kita” tutur Saepuloh [MH]

BAGIKAN

KOMENTAR