Singapura Turut Gencar Latih Tenaga Kerja Hadapi Revolusi Industri 4.0

0
8
Singapura. Foto: Merdeka.com

LA – Pemerintah Singapura, dalam menyambut revolusi industri 4.0, gencar melakukan pelatihan pada pekerjanya. Sebab, para pekerja ini juga yang bakal berperan mengoperasikan sistem industri.

“Pemerintah Singapura berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan pekerja yang siap menghadapi revolusi industri keempat,” kata Menteri Senior Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, Koh Poh Koon, dalam konvensi Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) di Singapore Expo, kemarin.

Pemerintah Singapura menyadari pentingnya keberadaan sumber daya manusia (SDM) dalam pengoperasian teknologi. “Revolusi industri bukan hanya teknologi tapi bagaimana meningkatkan kemampuan pekerja,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Koh juga mengungkapkan bahwa Singapura telah menggandeng Jerman dalam kerjasama bidang akademik dan industri. Kerjasama ini dilakukan antara Badan Sains, Teknologi dan Penelitian Singapura (A*STAR) dan Kementerian Pendidikan dan Penelitian Jerman.

Tujuan kerjasama ini adalah untuk menjalin kolaborasi institusi pemerintah dan swasta melalui proyek sains bersama. Kerjasama 2+2 itu juga memberikan peluang perusahaan Singapura untuk merambah pasar internasional. “Ini untuk memperkuat kerjasama Litbang di Singapura dan Jerman,” ucapnya.

Melalui A*STAR Singapura juga meluncurkan platform Industrial Internet of Things Innovation (I). Dengan target mempercepat pengadaptasian teknologi internet dan solusi dalam industri. “Ini fokus mengembangkan teknologi manufaktur yang melampaui kemampuan pabrik,” ucapnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyakinkan bahwa tenaga manusia tidak akan sepenuhnya tergantikan oleh robot dalam implementasi industri 4.0. Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan cara untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Itu justru akan jadi opportunity atau kesempatan baru, jadi di belakang robot itu akan banyak tenaga kerja yang mengoperasikan,” ujar Airlangga.

Dia mencontohkan, misalnya pekerja itu untuk bagian maintenance atau perbaikan dan lainnya. Kata dia, paling penting ada pelatihan untuk meningkatkan skill. “Jumlah tenaga kerjanya selalu terbuka, tetapi kesempatan untuk keterampilannya berbeda,” ucapnya.

Maka dari itu, kata Airlangga, di situ ada tugas pemerintah untuk melakukan pelatihan kepada generasi muda untuk menghadapi industri 4.0 tersebut. Saat ini, lanjutnya, Kementerian Perindustrian sudah menyiapkannya.

“Jadi kita sudah punya program, skill for competence, jadi skill dinaikkan dengan keterampilan,” ucapnya.

Merdeka.com

BAGIKAN

KOMENTAR