Smartphone ‘Nyaris’ 5G Bakal Mendarat di Pertengahan 2016

0
399

024675700_1446811048-xl_ (1)

JAKARTA – XL Axiata dan Ericsson berencana melakukan uji coba teknologi LTE-Advanced Licensed Assisted Access (LAA) dalam waktu dekat. Teknologi ini diklaim dapat menghasilkan kecepatan 4G maksimal hingga 300 Mbps.

Teknologi tersebut menggabungkan frekuensi milik XL (licenses band) di 900 MHz, 1.800 MHz, dan 2.100 MHz, dan frekuensi bebas (unlicensed band) di 5.000 MHz yang biasa dipakai untuk layanan Wi-Fi.

Kendati dapat menjadi teknologi pendamping 4G, nyatanya LTE-Advanced LAA belum memiliki ekosistem handset yang luas. Padahal, Rahmadi Mulyohartono, Head of Network Planning XL, mengatakan bahwa teknologi tersebut bakal menjadi cikal bakal 4,5G.

“Handset yang support 5.000 MHz itu kebanyakan segmen high end. Coba saja cek di Mangga Dua,” kata Rahmadi, saat Media Update Teknologi 4G Super Cepat, Rabu (6/11/2015) di Grha XL, Jakarta.

Saat ini ponsel 4G yang mendukung frekuensi 5.000 MHz masih berbentuk protoype. Namun, ia meyakini ponsel 4G di frekuensi itu bisa lebih murah nantinya karena menggunakan unlicensed band.

Yessie D Yosetya, Chief Service Management Officer XL, mengatakan sambil menunggu ekosistem lengkap, pihaknya berharap dua hal utama yakni regulasi dan perangkat handset dapat diselesaikan dan hadir segera.

“Kami sudah dapat line up dari manufaktur handset, yang mana mereka bilang bahwa pertengahan tahun depan sudah keluar handset yang mendukung teknologi LTE-Advanced LAA di frekuensi 5.000 MHz,” ujar Yessie usai acara.

Baginya, industri akan menyadari keuntungan teknologi LTE-Advanced LAA, karena manufaktur memiliki roadmap pasar sendiri. “Ketika Tiongkok pull out mereka punya Wi-Fi dan adopsi teknologi ini, tidak lama lagi pasti device keluar dan itu akan cepat.”

XL tengah menggelar jaringan 4G di 1.800 MHz secara bertahap di seluruh Indonesia. Saat ini, layanan 4G di 1.800 MHz milik XL baru komersial di Lombok, Denpasar, dan Surabaya. (liputan6.com)

BAGIKAN

KOMENTAR