Sosok Pahlawan Muhammad Ridwan Meuraksa, Kini di Abadikan Nama Rumah Sakit Terkenal Jakarta

0
98

JAKARTA I LA- Aceh Daerah Modal (ADM) , itu salah satu ungkapan yang pernah kita dengar dan itu bukanlah hoax, fakta telah banyak membuktikannya dalam lintasan sejarah namun terkadang kita generasi Aceh sekarang terasa “enggan” dan “malas” melestarikannya ADM dalam nuansa zaman now bahkan sejarahpun kita abaikan.

Salah satu bukti ADM walaupun dalam cakupan yang kecil, yakni, peran salah seorang putra ulama terkenal Aceh Teungku Abdussalam Meuraksa, nama Meuraksa yang kini menjadi salah satu kecamatan di Kutaraja (Banda Aceh). Jasa putra ulama Aceh itu bernama Muhammad Ridwan yang kini diabadikan menjadi salah satu Rumah Sakit terkenal dan terkemuka di Jawa di jajaran militer populer dengan sebutan Rumah Sakit Tk. II Moh. Ridwan Meuraksa.

Sekilas Tgk. Abdussalam Meuraksa

Ayahanda Muhammad Ridwan bernama Teungku Abdussalam Meuraksa Tgk. H. Abdussalam Meuraxa selain ulama juga usahawan yang melakukan aktivitas berniaga. Dalam usahanya tersebut ia terus menambah wawasan agama sambil berdagang, karena dengan kegiatan berdagangnya menambah hubungan dengan kolega-kolega dari satu tempat ke tempat lain.

Usaha perdagangan dia antara lain usaha dagang tekstil, kitab-kitab (buku-buku) dari Mesir dan Pulau Jawa. Ia dikenal orang yang jujur dan sukses dalam berdagang serta cinta ilmu, dari kitab-kitab yang didatangkan dari luar Aceh ini sambil berjualan (dagang) kitab, ia membaca untuk memperdalam ilmu agamanya. Setelah dewasa Tgk. H. Abdussalam Meuraxa bersama dengan teman-temannya memperdalam ilmu agamanya lagi di Dayah Tuanku Raja Keumala di Keudah Banda Aceh.

Dalam perjalanannya,beliau sebagai ulama Tgk. H. Abdussalam Meuraxa juga banyak menghasilkan karya tulis. Kebiasaan menulis beliau dilakukan semenjak masih muda hingga akhir hayatnya. Diantara hasil karya tulis beliau, ada yang ditulis sendiri dan ada yang editing beberapa kitab. Kitab yang pernah ditulis dan di edit tersebut antara lain:

Cermin Perbandingan Kristen dan Islam, Cermin Perbandingan Kesalahan Vridenkers, Tashilussalik Alfiah Ibnu Malik(Terjemahan), Irsyadul Awam pada Menyatakan Firqah-Firqah Islam,Tariqatussalaf (dalam bahasa Arab), Minhajuth Thalibin (Terjemahan karangan Imam Nawawi atas Mazhab Syafi’i) sebanyak tiga jilid dan I’anatuth Thalibin.

Sejarah Rs Muhammad Ridwan Meuraksa

Rumah Sakit Muhammad Ridwan ini merupakan Rumah Sakit Kesdam Jaya. Nama Moh. Ridwan Meuraksa diambil dari nama putra ulama Aceh itu yang juga salah seorang perwira kesehatan  Tentara dari Resimen VI Brigade Kian Santang / Siliwangi 21. Terletak di Jl. Kramat Raya No. 174 Jakarta Pusat.

Rumah Sakit ini didirikan pada tanggal 25 Mei 1972 dan Disahkan nama Moh. Ridwan Meuraksa sebagai nama Rumkit pada 26 Oktober 1974. Sampai saat ini status tanah yang diatasnya berdiri Rumah Sakit Tk.II Moh. Ridwan Meuraksa adalah milik PT. Kerta Niaga dan Yayasan Mahrie Wahid dengan Luas Tanah 15.936 m2 dan Luas Bangunan 5.196 m2. 

Rumah sakit ini direncanakan akan dipindahkan ke Jakarta Timur di daerah Pinang Ranti. Kini Rumah Sakit tersebut telah di resmikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

Sosok berbintang empat itu meresmikan Rumah Sakit (RS) TK.II.MOH Ridwan Meuraksa Meuraksa Kesdam Jaya /Jayakarta berlokasi di jalan Taman Mini I, Pinang Ranti,Makasar,Jakarta Timur pada pertengahan tahun 2017 yang telah lalu tepatnya tanggal 26 Juli 2017.

Almarhum Mohammad Ridwan Meuraksa berasal asal Aceh itu yang merupakan anak dari Teungku Abdussalam Meuraksa sebagai ulama terkenal di Aceh dan menjadi anggota DPRD yang pertama di daerah itu. Ibunya bernama Sjamsiah binti Teungku Syech Ibrahim Lambhu. Almarhum Mohammad Ridwan Meuraksa dilahirkan pada tanggal 25 Maret 1922. Almarhum merupakan seorang anak baik, sabar dan suka bernyanyi dengan suaranya yang merdu. 

Pendidikan Muhammad Ridwan

Muhammad Ridwan menyelesaikan sekolah HIS Muhammadiyah di Kutaraja (tahun 1928-1935) lalu melanjutkan ke Gouv, Mulo (SMP Negeri) dan melanjutkan pendidikan dokter di NIAS Surabaya (tahun 1939) namun terhenti karena meletusnya PD II, sehingga terhenti pada tahun 1942. Pada masa pemerintahan Jepang dibukalah Ika Daigaku (Sekolah Tinggi Kedokteran) yang menggabungkan GHS dan NIAS. 

Almarhum mengikuti pendidikan ini pada tahun 1943-1945, namun tak sampai lulus karena ditangkap oleh Pemerintah Belanda selama beberapa hari di penjara Glodok, tetapi oleh Pimpinan Tinggi Kedokteran Prof.Dr.Soetomo Tjokronegoro bahwa Mohammad Ridwan tercatat sebagai mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah sehingga dapat dibebaskan. 

Dalam tugasnya sebagai Perwira Kesehatan Resimen VI Brigade Kian Santang/Siliwangi di Cikampek/Karawang. Drs.Med. Moh Ridwan Meuraksa meninggal dalam tugasnya di Gunung Batu (Jawa Barat ) pada tanggal 21 Januari 1948.

Selanjutnya, atas prakarsa Komandan Puskes AD, diusulkan untuk memberi nama Perwira Kesehatan TNI-AD Moh. Ridwan Meuraksa, Kapten Anumerta kepada Rumah Sakit Kodam Jaya dalam rangka pelestarian nama pahlawan yang gugur di medan bhakti dalam perjuangan  menegakkan Kemerdekaan Indonesia.  

Atas pengabdiannya dalam lapangan perikemanusiaan pada umumnya dan bidang kesehatan pada khususnya terhadap bangsa dan negara, maka  sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI telah menganugerahkan Satya Lencana Kebaktian Sosial (No.252/5.68 tertanggal 20 Mei 1968) kepada Drs.Med. Moh. Ridwan Meuraksa (Almarhum) yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Prof. Siwabessy kepada ahli waris almarhum di sebuah upacara di Departemen Kesehatan. 

Atas persetujuan Kepala Staf AD dengan ST/457/1974, maka dengan Surat Keputusan diresmikan sebagai RS. Moh Ridwan Meuraksa pada tanggal 26 Oktober 1974.

Beranjak dari itu hendaknya generasi penerus zaman now juga mampu merealisasikan ADM dalam kreasi kekinian di era globalisasi mengikuti “sunnah” para ulama dan endatu sebagai sosok Pahlawan sejati yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga serta nyawa demi hari esok yang lebih baik untuk kita sebagai aneuk nanggrou pewaris negeri ini.

Selamat Hari Pahlawan, Al-Fatihah…!!!

*** Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Penggiat Masalah Sejarah dan Agama
.

Referensi: Dikutip dari berbagai rujukan, sumber.com dan lainnya