Stop! Jangan Jadikan Mimbar Jum’at Ajang “Kampanye” Politik di Pidie Jaya

0
172

PIDIE JAYA I LA- Peristiwa “Trgedi “Ternodai” Masjid Al-Istiqamah Ulee Glee” pada hari Jum’at (3/11/2017) dimana sang khatib ikut “menyinggung” persoalan politik praktis (kampanye) menuju pemilihan bupati dan wakil bupati dalam mimbar jum’at hendaknya jangan lagi terulang untuk kesekian kalinya di Kabupaten Pidie Jaya.

“Jangan jadikan mimbar jum’at untuk tidak membahas dan mengajak masyarakat walaupun secara tidak langsung dalam ranah berkampanye politik praktis dirumah Allah itu, sudah cukup “ternodanya” Masjid Al-Istiqamah Ulee Glee oleh tindakan khatib “meruntuhkan” kesejukan dan karamah masjid Abu Uteun Bayu yang menjadi legenda hidup agamis masyarakat Bandar Dua sejak dulunya,” kata Ibnu Abdillah selaku Ketua Gerakan Pemuda Reformasi (Gerdasi) Pidie Jaya dalam siaran tertulis kepada liputanaceh.com, jum’at (10/11/2017).

Ia mengingatkan, apa yang telah dilakukan oleh sang khatib di hadapan para bupati dan wakil bupati serta rombongan di Masjid Jamik Ulee Glee itu membuktikan “ketidakdewasaan” sang khatib dalam berpolitik, terlebih sang khatib juga salah seorang yang terhormat dan dikenal juga sudah ditokohkan di Pidie Jaya.

“Apa yang dilakukan oleh sang khatib sangat disayangkan, hendaknya beliau sebagai seorang tokoh yang terhormat dan juga sudah ditokohkan dalam masyarakat Pidie Jaya, itu seharusnya tidak perlu terjadi, bahkan dari laporan masyarakat di perkuat keluhan salah seorang tokoh ulama setempat bahwa kejadian serupa juga pernah terjadi pada di Masjid di Bandar Baru (Lueng Putu) dengan khatib dan momentum yang sama juga ikut “menyinggung” persoalan politik praktis di mimbar khutbah jum’at,” paparnya.

Terakhir tokoh pemuda itu berharap, ciptakanlah suasana dan atmosfir politik yang sehat dan agamis di kabupaten Pidie Jaya dalam pesta politik untuk memilih bupati dan wakil bupati periode 2018-2023, jangan “halalkan” segala cara untuk mendapatkan kekuasaan dan jabatan, toh, itu amanah Allah SWT yang di titipkan untuk mereka yang amanah. Ingin Pidie Jaya mampu Berjaya di bawah naungan bendera “rahmatan lil Pidie Jaya”,pilihlah pemimpin yang adil dan amanah menuju Pidie Jaya yang bermartabat, adil dan jujur.

“Kita berharap para ulama di Pijay tentunya masih sangat cinta kepada umatnya dan juga sangat berharap untuk menyuaraan kembali kadang ada khatib yang sudah “lupa” bahwa masjid tidak dijadikan ajang “kampanye” juga mampu mengarahkan rakyta untuk memilih pemimpin yang adil, jujur dan berwibawa. Sudah cukup rakyat Pijay melihat sendiri, apakah selama ini sudah makmur dan adil serat amanahkah pemimpin selama ini? Pasti jawaban sang nurani tidak akan membohongi diri sendiri,” pinta sang tokoh muda itu dengan penuh berharap. (Rls)

Kiriman: Ibnu Abdillah, Ketua Gerdasi Pidie Jaya.