Tak Diterima Keluarga, Diduga Terinfeksi Virus Corona, Kesehatan Warga Kab Aceh Selatan ini Mulai Membaik

0
Jasman Zamzami saat di Terminal Tipe-C Labuhanhaji. (Foto/FJ)

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Adalah Jasman Zamzami, warga Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, yang diduga terinfeksi virus corona dan tak diterima oleh istrinya dan masyarakat setempat untuk tinggal dirumah, kini kondisinya mulai membaik.

Jasman diduga terinfiksi virus corona, karena saat pulang dari Banda Aceh pada hari Senin (30/03/2020) mengalami sakit pada tenggorokan.

“Sebelumnya, Jasman sempat menginap di rumahnya satu malam. Istri Jasman yang panic dan ketakutan karena menduga penyakit yang diderita suaminya akibat terinfeksi virus corona, meminta suaminya untuk meninggalkan rumah, agar penyakit Jasman tidak menular kepada seluruh keluarga,” terang Keuchik Padang Bakau, Hermanto, Rabu (01/04/2020).

Hal tersebut ternyata diketahui warga, lanjut Hermanto, dan akhirnya warga pun tidak dapat menerima Jasman untuk menetap di Gampong Padang Bakau.

Hermanto melanjutkan, kemudian Jasman menghubungi kami dan meminta bantuan agar dirinya dapat diberi tempat tinggal sementara selama 14 hari, guna memastikan kondisi kesehatannya.

Tambah Hermanto, setelah kami berkoordinasi dengan Muspika Labuhanhaji, Selasa (31/03/2020) malam, akhirnya kami sepakati agar Jasman tinggal sementara di Terminal Tipe-C Labuhanhaji.

Kepada awak media liputanaceh.com yang sejak pagi tadi memantau di Terminal Tipe-C Labuhanhaji, Jasman menceritakan bahwa sakit tenggorokan yang dideritanya memang sering kambuh setiap 2-3 bulan sekali. Kondisi tersebut sudah dialaminya sejak beberapa tahun lalu.

“Sebenarnya, keluarga saya sudah lama tau kondisi kesehatan saya yang seperti ini. Mungkin karena panic dan takut, sehingga istri saya menduga sakit tenggorokaan saya ini karena virus corona. Itulah sebabnya istri saya minta saya meninggalkan rumah, juga warga Gampong Padang Bakau, apalagi saya baru pulang dari Banda Aceh,” kata Jasman.

Jasman menyebutkan dia pulang ke kampung, karena bengkel tempat dia bekerja di Banda Aceh tutup sebab sepinya pelanggan sejak merebaknya isu wabah virus corona (covid-19) di Aceh.

Jasman juga menceritakan, saat di perbatasan antara Kab Aceh Barat Daya dengan Kab Aceh Selatan, tepatnya di Pos dekat Kreung Baru, saat dilakukan pemeriksaan panas suhu tubuhnya 37°C.

Jasman berharap pihak medis dapat melakukan pemeriksaan kesehatan pada dirinya. Namun sepentauan kami hingga sore tadi, tidak ada satu orangpun tenaga medis dari UPTD Puskemas Labuhanhaji juga dari RSUYA Tapaktuan yang berada dilokasi.

“Cuma obat sakit tenggorokan yang ada dititip orang Puskesmas melalui relawan dari Gampong Padang Bakau untuk saya. Alhamdulillah, setelah saya minum, sakitnya dah jauh berkurang,” kata ayah satu anak ini.

Pria kelahiran tahun 1973, di Gampong Bate Tunggai, Kec Samadua ini mengharapkan agar di tempat persinggahan ini disediakan tenaga medis jaga.

Jasman Zamzami saat suhu tubuhnya diperiksa di Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji. (Foto/FJ)

“Relawan yang ada hari ini kan gak tau kek mana menangani orang sakit. Hari ini saya, besok bisa jadi ada orang lain lagi yang sakit disini. Kalua gak ada yang memeriksa kesehatan kami, sakit kami bisa tambah parah dan bisa mati sebab kondisi kesehatan kami diabaikan,” keluhnya.

Menjelang senja, Jasman masih saja menginkan agar dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya, paling tidak suhu tubuhnya kembali dicek.

Akhirnya, didampingi Keuchik Gampong Padang Bakau, para Relawan dan awak media ini, dengan mobil Damkar, Jasman dibawa ke Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji untuk dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Saat diperiksa, suhu tubuh Jasman menujukkan angka 35°C, lebih rendah dari hasil pemeriksaan saat di perbatasan.

Untuk diketahui, sejak pagi hari ini, Terminal Tipe-C Labuhanhaji yang difungsikan sebagai tempat persinggahan/karantina warga se Labuhanhaji Raya yang baru pulang dari rantau, telah dibersihkan oleh Relawan, Koramil Labuhanhaji, Damkar Labuhanhaji, dan BPBD Aceh Selatan. Beberapa fasilitas sudah tersedia, namun belum cukup memadai dan APD untuk para relawan pun belum tersedia.