Tanda dan Gejala Borderline Personality Disorder

0

Liputanaceh.com | Gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder adalah masalah kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati sampai interaksi dengan orang lain.

Borderline personality disorder membuat pengidapnya punya masalah dengan citra diri sendiri, susah mengontrol emosi dan perilaku, serta sulit menjalin hubungan dengan orang lain. Gangguan kepribadian ambang biasanya muncul saat masa puber. Kondisi ini biasanya memburuk di masa dewasa dan berangsur-angsur membaik seiring bertambahnya usia. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang apa itu borderline personality disorder, gejala, penyebab, sampai cara mengatasinya.

Apa itu borderline personality disorder? borderline personality disorder adalah gangguan kesehatan mental yang membuat pengidapnya tidak stabil. Pengidap tidak hanya mengalami krisis identitas. Mereka juga mengalami masalah emosi dan hubungan dengan orang sekitar.

Orang dengan borderline personality disorder cenderung sangat sensitif. Hal remeh temeh dapat memicu reaksi yang intens. Begitu kesal, mereka sulit menenangkan diri. Saat suasana hati karut-marut, tak ayal sisi emosional pengidap bisa mengacaukan hubungan dengan orang sekitar.

Respons mereka dapat berupa perkataan yang menyakitkan atau bertindak tidak pantas. Kendati sekilas terlihat sulit ditangani, gangguan kepribadian ambang ini bisa diobati dengan dukungan dan perawatan yang tepat.

Tanda dan gejala borderline personality disorder

Ahli kesehatan mental mengelompokkan ada sembilan gejala borderline personality disorder yang utama, antara lain:

  1. Takut ditinggalkan atau takut sendirian, sampai panik dan melakukan segala cara agar tidak ditinggalkan.
  2. Relasi dengan orang lain cendrung intens atau menggebu-gebu, tapi berumur pendek
  3. Citra diri kerap berubah-ubah. Kadang bisa percaya diri, tapi di lain waktu jadi benci diri sendiri. Tak jarang pengidap berganti haluan pekerjaan, teman, pasangan, agama, sampai tujuan hidup
  4. Berperilaku impulsif sampai merusak diri sendiri. Misalkan belanja berlebihan, makan berlebihan, mengebut, mengutil, atau minum alkohol tanpa kontrol
  5. Punya kecenderungan menyakiti diri sendiri
  6. Mengalami perubahan emosional ektrem. Tak jarang setelah bahagia, mendadak sedih. Saat diabaikan pikiran jadi kacau balau. Perubahan suasana hati ini berlangsung cepat dalam hitungan menit atau jam
  7. Merasa sangat kosong
  8. Saat marah bisa meledak-ledak, marahnya tidak selalu pada orang lain tapi bisa juga marah pada diri sendiri
  9. Pikirannya kerap bergumul dengan paranoia atau curiga pada orang lain. Saat stres, pengidap bahkan bisa sulit terkoneksi dengan kenyataan

Penderita didiagnosis memiliki gangguan kepribadian ambang apabila mengalami setidaknya lima tanda atau gejala borderline personality disorder di atas. Selain itu, gejalanya berlangsung dalam waktu yang lama, sampai memengaruhi banyak bidang kehidupan.

Hindari sembarangan mendiagnosis atau melabeli diri dengan masalah kesehatan mental ini. Diagnosis yang tepat hanya bisa disimpulkan lewat pemeriksaan oleh ahli kesehatan mental. Konsultasikan ke dokter jika mengalami beberapa gejala gangguan kepribadian ambang di atas.

Penyebab borderline personality disorder 

Para ahli hingga kini belum mengetahui dengan pasti penyebab gangguan kepribadian ambang. Namun, ahli menengarai kondisi ini terkait dengan faktor lingkungan seperti pengalaman masa kecil penuh tekanan, merasa diterlantarkan, ditinggalkan orangtua, atau punya riwayat pelecehan.

Selain itu, masalah kesehatan mental ini juga terkait dengan faktor genetik dan masalah kelainan otak. Gangguan kepribadian ambang dapat merusak berbagai sendi kehidupan. Termasuk berdampak negatif pada hubungan dengan pasangan, pekerjaan, sekolah, sampai relasi sosial.

Penting bagi pengidap borderline personality disorder untuk menemukan dukungan dan perawatan medis yang tepat. Selain menggunakan terapi obat, kunci utama mengatasi masalah kesehatan mental ini perlu latihan menenangkan tekanan emosional, belajar mengontrol perilaku impulsif, serta meningkatkan ketrampilan interpersonal.