Tanpa Migas, Ekonomi Aceh Tumbuh 4,34 persen

0
292

LIPUTANACEH.COM | BANDA ACEH | Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto menyebutkan perekonomian Aceh triwulan II tahun 2015 bila dihitung dengan migas tumbuh negatif 1,72 persen, sedangkan dengan mengeluarkan migas, maka ekonomi Aceh justru tumbuh hingga 4,34 persen.

“Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi dan jasa keuangan,” katanya.

Hermanto mengatakan penyerapan anggaran pemerintah (APBA dan APBN) masih sangat dominan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Aceh. Menurutnya meningkatnya penyerapan APBA berdampak pada semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Turunnya nilai tambah konstruksi didukung dengan turunnya realisasi penyaluran semen, disisi lain penurunan permintaan kredit baru pada triwulan II juga mengakibatkan nilai tambah jasa keuangan menurun hingga 7,04 persen,”ujarnya.

Hermanto menambahkan pertumbuhan ekonomi Aceh semester I tahun 2015 terhadap semester I tahun 2014 dengan migas tumbuh 1,92 persen dan tanpa migas tumbuh 4,25 persen.

“Pertumbuhan terjadi hampir pada seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan-penggalian, industri pengolahan, konstruksi dan jasa keuangan,” ungkapnya.

Pengadaan listrik dan gas tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 12,11 persen, diikuti oleh jasa pendidikan sebesar 11,20 persen dan adminitrasi pemerintah 9,06 persen.

“Sementara untuk lapangan usaha pertaninan yang memiliki peranan terbesar justru hanya tumbuh 2,56 persen,” jelasnya.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi Aceh triwulan II tahun 2015 terhadap triwulan I tahun 2015 dengan migas tumbuh 2,29 persen dan tanpa migas tumbuh 2,67 persen. Pertumbuhan menurutnya terjadi pada semua lapangan usaha kecuali jasa keuangan yang mengalami penurunan sebesar 8,93 persen, hal itu disebabkan karena angka penyaluran kredit bank selama triwulan II tahun 2015 turun drastis.

“Untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 5,47 persen, diikuti adminsitrasi pemerintah 4,59 persen dan jasa pendidikan tumbuh sebesar 4,54 persen,” tutupnya. [Jal]

BAGIKAN

KOMENTAR