Tantangan Kebangkitan Peradaban Islam, UIN Ar-Raniry Gagas Konferensi

0
87

Banda Axeh – UIN Ar-Raniry menggagas konferensi internasional Ar-Raniry The 1st International Conference on Islamic Studies (ARICIS I) yang bertemakan “Rethinking Islamic Civilization: Reawakening Muslim Social Ethics, Intellectual and Spiritual Tradition.” Yaitu suatu perhelatan ilmiah yang akan membahas tentang peradaban Islam dalam kebangkitan etika sosial umat Islam, serta intelektual dan tradisi spiritual, yang akan berlangsung pada 26 dan 27 Oktober 2016, di kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
Ketua Panitia konferensi internasional, Prof.Dr.Eka Sri Mulyani, MA mengungkapkan, kajian tentang peradaban Islam menjadi sangat penting untuk dibahas karena peradaban Islam saat ini berada dalam keadaan terancam baik dari dalam maupun dari luar.
Dikatakannya, Kegelisahan umat Islam terhadap peradaban Islam yang mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan era kejayaannya ratusan tahun lalu menjadi perhatian serius para khususnya para intelektual Islam di seluruh dunia.
“Menyikapi dinamika global tersebut, UIN Ar-Raniry menggagas konferensi internasional Ar-Raniry The 1st International Conference on Islamic Studies (ARICIS I)”,katanya.
Sementara pada era kejayaan Islam masa lalu, banyak lahir para pemikir dan ulama Islam dan pada saat yang sama juga merupakan pakar di bidang kedokteran, matematika, ekonomi, hingga astronomi.
“Untuk itu tema ARICIS pertama ini menjadi sangat spesifik karena juga akan memadukan hasil kajian atau penelitian terbaru dengan pendekatan integratif, berupa kajian Islam dengan ilmu pengetahuan, Islam dengan psikologi, sosial, politik, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan” papar Prof.Dr.Eka Sri Mulyani, MA dalam rilis Kamis (20/10/2016).
Konferensi bertaraf internasional ini ingin menunjukkan peran serta kalangan kampus dalam menjawab permasalahan di dalam masyarakat ini juga merupakan serangkaian prosesi hari ulang tahun atau dies natalis UIN Ar-Raniry yang ke 53.
“Kami mengharapkan diskusi, kajian, dan karya ilmiah yang lahir dalam konferensi ini mampu menggairahkan kembali etika sosial, tradisi intelektual dan spiritual yang pernah mengalami masa jayanya,” ungkapnya.
Sementara itu, sekretaris ARICIS I, Dr.Anton Widyanto menjelaskan, bahwa “silaturrahmi” para ahli dan akademisi Islam ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya akademik yang ada di UIN Ar-Raniry dengan ikut melibatkan para mahasiswa dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman di kalangan mahasiswa dan belajar dari pengalaman yang terdapat pada acara berskala internasional ini.
Saat ini beberapa pembicara yang diundang dan akademisi yang telah mengirimkan karya ilmiahnya berasal dari negara-negara diantaranya Inggris, Singapura, Thailand, Malaysia, Mesir dan Indonesia sebagai tuan rumah. Serta lebih dari 50 karya ilmiah akan dipresentasikan dan didiskusikan.
“Semoga pada akhirnya buah-buah pikiran maupun hasil penelitian dari berbagai bidang ilmu tersebut dapat membentuk gambaran mengenai peradaban Islam dan berkontribusi bagi kebangkitannya,” jelas Dr.Anton Widyanto.
Diantara ahli dan pakar Islam yang sudah berkomitmen untuk menghadiri acara ini diantaranya adalah Prof.Sher Banu A.L dari National University of Singapore, Prof.Karim Dougla Crow dari The International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), Mohammad Abdelhay Ahmad Owaina dari Mesir, Dr.Fadhlullah Wilmod, dari Inggris, serta beberapa narasumber lain yang berasal dari luar dan dalam negeri.
Sedangkan dari pihak pusat, dua direktorat dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu Dirjen Pendidikan Islam dan Dirjen Bimbingan Islam dikonfirmasikan akan mengikuti kegiatan ilmiah ini.(ks/release)

BAGIKAN

KOMENTAR