Tastafi Ruh Peradaban Islam Melayu Untuk Dunia

0
116

Suatu Ketika pulang ke Indonesia untuk pertama beberapa waktu lalu tepatnya awal tahun 2018,ada beberapa hal yang membuatku gembira dengan perkembangan dakwah islam di aceh, salah satunya yaitu tren pengajian TASTAFI(tasawuf, tauhid, fiqh), bukan apa-apa ini adalah impianku, karena pemikiran TASTAFI itu punya ikatan kuat dengan sejarah masa kejayaan peradaban islam asia tenggara atau tanah melayu.

Tanah melayu atau sempat dikenal sebagai tanah jawi pernah mencapai kejayaannya pada abad 16-17 saat menjadi salah satu dari 5 kerajaan superpower dunia, bersama dengan moghul India, ottoman turki, fez maghrib, shafawid persia. Kemajuan tanah melayu itu saat itu nyaris diberbagai bidang. Dibidang militer misalnya, pusat akademi militer dengan tentara gajah didarat, dan kapal perang besar dilaut dengan kekuatan sekitar 40000 angkatan laut.

Dibidang ekonomi selat malaka menjadi salah satu lintas perdagangan paling sibuk dunia, dengan komuditas rempah-rempah sebagai produk andalannya, sehingga kapal dagang dari berbagai negara lalu lalang diselat malaka.

Kemajuan juga dirasakan bidang sains dengan jamiah/universitas baiturrahman di bandar aceh darussalam sebagai pusatnya. Sampai hari ini buku-buku multidisiplin ilmu masih bisa ditemukan, yang paling terkenal di dayah tanoh abee seulimum, yang mungkin merupakan pusat manuskrip kuno terbesar asia tenggara.

Yang membuat spesial peradaban ditanah melayu ini adalah sisi kemegahan yang dipadukan dengan sisi ruhaniyah dan spritual. Sehingga tidak hanya membentuk negara yang megah tapi juga masyarakat yang beradab dan berakhlak tinggi. Ini semua tidak terlepas dari spirit islam yang dipakai dalam membangun negaranya. Sehingga tak heran kalau banyak dari bandar besar di tanah jawi didirikan oleh ulama seperti falatehan yang kemudian dikenal dengan batavia dibangun syarif hidayatullah, atau bandar aceh darussalam dibangun oleh syeikh abdullah kan’an. Sehingga hubungan antara agama dan peradaban ditanah melayu nyaris tidak bisa dipisahkan sampai muncul ungkapan “hukum islam dan adat bagai zat dan sifat”

Islam melayu yang sudah mengakar ini berakar dari peepaduan tiga inti dari ajaran islam tasawuf, tauhid dan fiqh kita singkat dengan TASTAFI. Makanya jika dirunut dari masa ke masa, mulai dari era ulama samudra pasai zawiyah cotkala, walisongo di tanah jawa, hamzah fansury, syamsudin sumtrani, syiah kuala atau syeh abdurrauf sinkily, syeikh burhanudin ulakan di tanah minang, syeikh abdul muhyi disunda, syeikh abdusshamad falimbani dipalembang, ulama fatani dan malaka, syeikh muhammad arsyad dan syeikh nafis dari banjar kalimantan, syeikh yusuf makasari dari sulawesi, nama ulama besar yang disebutkan tadi adalah orang-orang yamg paling berpengaruh pada masanya di tanah melayu

Jika dirunut mereka mempunyai akar pemikiran yang sama dalam berdakwah dan bernegara yaitu pemikiran TASTAFI secara umum, secara detailnya bertasawuf dengan mazhab imam junaid dan imam ghazaly, bertauhid asyairah dan maturidiyah, dan berfiqh imam syafii. Inilah identitas islam kita di asia tenggara dan alhamdulillah tongkat estafet TASTAFI ini akan selalu dipertahankan oleh ulama kita dan yang mencintai ulama. Salah satunya adalah dengan melestarikan pengajian TASTAFI di mesjid-mesjid diseluruh pelosok tanah melayu

Diantara yang paling berjasa dalam usaha melestarikan pemikiran TASTAFI ini adalah Guru dan ayahanda kita Tgk Hasanoel atau lebih dikenal dengan Abu MUDI. Ulama besar asal Samalanga-Aceh. Dan insyaallah untuk mempermudah koordinasi pengajian TASTAFI diberbagai daerah agar bergerak dalam satu persatuan, akan dilantik para pengurus pengajian TASTAFI yang insyaallah akan diadakan di Mesjid Raya Baiturrahman banda aceh, pada hari selasa 17 april bakda maghrib, di tempat yang dulu juga menjadi pusat pemikiran TASTAFI asia tenggara pada masa kejayaan kerajaan melayu dahulu

Semoga kita bisa turut andil menghadiri dan membantu para ulama dalam usaha mereka menjayakan kembali umat, sebagaimana yang pernah dilakukan orang tua kita dahulu. Dan semoga semangat TASTAFI ini juga tidak berhenti dimesjid saja, tapi bisa menjalar kekehidupan masyarakat, bahkan kepemerintahan sebagaimana pada masa kejayaan dulu, sehingga ruh tastafi hidup dalam keluarga, dalam berdagang, dalam pembangunan, bahkan parawisata semua dengan warna tastafi. Sehingga jika amerika dikenal dengan negara demokrasi, paris dikenal dengan kota romantis, brazil negeri sepakbola, semoga negeri dan kota kita bisa dikenal sebagai kota tastafi, dimana kita berhasil memberitahu dunia bahwa diujung laut sana ada sebuah negeri maju yang mempunyai ruh, mereka berhasil melakukan pembangunan jasad dan ruh negeri mereka dan ruh mereka. Sebuah puzzle yang hilang dalam pembangunan masyarakat modern.

Fauzan Inzhagi, Mahasiswa Pascasarjana salah satu Universitas Terkenal di Suriah Asal Aceh
.