Terkait Rohingya Wakil Ketua MPU Aceh Temui Gubernur Irwandi, Apa yang Dibahas?

1
25

Banda Aceh | LA – Aksi kemanusiaan yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia terus berlanjut hingga saat ini. Kepedulian umat Islam terhadap kondisi warga muslim Rohingya ini ditunjukkan dengan berbagai cara, baik dengan aksi unjuk rasa, zikir dan doa bersama, mengirim bantuan bahan makanan dan obat-obatan, maupun dengan cara lainnya.

Tidak hanya itu, bahkan ada sejumlah kepedulian umat Islam yang disebut-sebut rela mengorbankan jiwa raga untuk berjihad membela kaum muslimin Rohingya yang terus dibantai teroris budha di negara Myanmar yang meyoritas penduduk budha hingga detik ini.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tgk. H. Faisal Ali, turut terlibat melakukan aksi kemanusiaan tersebut dengan berbagai cara. Salah satu caranya yaitu dengan penggalangan dana untuk dikumpulkan dan nantinya diberikan kepada warga muslim Rohingya yang hari ini msih membutuhkan uluran tangan dunia.

Pagi tadi (Jum’at 15 September 2017), tgk H Faisal Ali juga datang ke kediaman Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, di rumahnya yang beralamat di Jln Salam, Lampriet, Banda Aceh. Tujuan pertemuan itu disebut merupakan upaya koordinasi dengan pemerintah Aceh dalam mendukung aksi penggalangan dana yang akan dilakukan nantinya.

Wakil Ketua MPU Aceh bertemu Gubernur Bahas Rohingya

Tgk H Faisal Ali, saat dikonfirmasi media LIPUTANACEH.COM, membenarkan, pertemuan tersebut merupakan langkah koordinasi dengan Gubernur Aceh dalam rangka menggalang bantuan untuk pengungsi muslim Rohingya yang kini terus ditindas dan diusir dari negerinya sendiri.

“Tadi pagi dalam rangka koordinasi penggalangan dana untuk muslim rohingya di rumah Gubernur Aceh di Lampriet,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi pengungsi muslim Rohingya terus tersudut akibat serangan demi serangan yang dilancarkan kaum teroris budha di Myanmar. Dunia pun masih hanya melihat saja kondisi ini tanpa ada aksi nyata apapun kecuali hanya kecaman belaka.

PBB dan organisasi HAM dunia pun tampak tak berdaya membantu saat muslim Rohingya dibantai, dibunuh, diperkosa, dimutilasi dan dibakar hidup-hidup oleh ekstrimis budha Myanmar. (Hidayat Pulo)