Teroris Budha Belum Berhenti Jajah Muslim Rohingnya, Pemerintah Jokowi Tak Peduli?

0
276
Sejumlah teroris botak beragama budha saat menyerang muslim Rohingya.

Aceh | LA – Sudah sepekan ini dunia terus membicarakan kasus pembersihan etnis Rohingya yang dilakukan oleh teroris Budha di negara Myanmar, dengan cara membunuh, membakar hidup-hidup dan memperkosa perempuan muslimah Rohingya yang berada di negara teroris tersebut.

Ratusan video dan foto beredar luas di dunia maya yang memperlihatkan betapa kejamnya teroris budha di negara mayoritas penduduk teroris berambut botak tersebut.

Meskipun dikecam dunia, namun tindakan pembunuhan massal yang dilakukan teroris budha ini tidak juga berhenti, para teroris botak-botak tersebut bahkan semakin merajalela, apalagi saat mengetahui negara-negara yang dipimpin seorang muslim hanya diam saja melihat kebrutalan teroris budha bak binatang ganas mencabik mangsa tersebut.

Banyak kalangan terutama muslim Indonesia, merasakan kesedihan sangat mendalam melihat kekejaman yang dilakukan para biksu budha dan pengikutnya yanh terus melakukan pembunuhan secara keji dan biadab terhadap warga muslim Rohingya.

Meskipun sudah melayangkan protes besar-besaran dan meminta pemerintah mengirimkan bantuan serta mengusir duta besar negara teroris Myanmar, namun tampaknya Pemerintah Indonesia yang dipimpin Joko Widodo alias Jokowi hanya tersenyum tanpa peduli sedikitpun dengan penderitaan yang dialami warga muslim Rohingya.

Tentu terasa aneh saat mengetahui betapa mirisnya sikap Presiden Indonesia yang hanya bisa diam saat muslim Rohingya dibunuh, dibakar hidup-hidup, diperkosa, dianiaya dan digorok lehernya tanpa ampun dengan penuh kebiadaban, padahal Jokowi mengaku diri beragama Islam. Sebagian muslim Indonesia bahkan mempertanyakan agama Jokowi.

“Bapak Jokowi agamanya Islam ya? Kok tak peduli nasib saudara muslim Rohingnya? Bapak benar muslim,?” tanya salah satu netizen pengguna akun media sosial facebook bernama Radi.

Lebih parahnya lagi, bukan hanya diam tidak mengirim bantuan, pemerintah Indonesia bahkan sepertinya tidak akan mau memberikan tempat lagi bagi muslim Rohingya yang saat ini sedang dijajah dan diusir dari negerinya sendiri oleh teroris budha yang dipimpin petinggi nomor satu budha di negara tersebut serta salah satu penerima nobel perdamaian dan hak asasi manusia di dunia.

Jika terus dibiarkan, pembersihan etnis muslim Rohingya ini akan terus berlanjut. PBB bahkan juga belum mengambil tindakan apapun, HAM sepertinya mati saat muslim menjadi sasarn, namun akan gesit bergerak saat non muslim menjadi korban meskipun hanya satu orang saja yang merasakan.

Kondisi seperti ini disebut sudah sering terjadi. “Karena HAM dan PBB hanya untuk kepentingan negara penguasa menjajah muslim. Kenapa Korut tidak percaya pada PBB dan terus melanggar aturan dunia? Karena mereka cerdas dan paham bahwa semua itu hanya omong kosong,” tulis Juwar.

Hingga saat ini, pembunuhan dan pemerkosaan, membakar hidup-hidup warga muslim Rohingya masih terus berlanjut. Negara-negara yang dipimpin seorang muslim seperti Indonesia, Malaysia dan yang lainnya tampak masih “tertidur lelap” dan belum mengambil tindakan apapun. (HSP)

BAGIKAN

KOMENTAR