Teuku Riefky Hasya Surati Menteri Minta Pemerintah Lindungi Situs Sejarah di Gampong Pande

0
22

Aceh | LA – Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Teuku Riefky Harsya, meminta kepada pemerintah pusat segera melakukan evaluasi terkait pendirian proyek IPAL (Instalasi Proyek Air Limbah) yang berada di gampong Pande Banda Aceh, karena dinilai mengganggu keberadaan situs sejarah Aceh.

Informasi yang diterima media Liputanaceh.com yang dikirim langsung Teuku Riefky Hasya melalui media sosial WhatsApp pada Rabu 13 September 2017, Politisi Partai Demokrat itu menyebut telah meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan agar segera menurunkan tim penyelemat situs kerajaan yang kini terancam hilang akibat adanya pembangunan proyek IPAL tersebut.

“Kami telah meminta Mendikbud RI untuk segera menurunkan Tim Penyelamatan Situs Kerajaan Islam Aceh Abad ke 1205 M di Gampong Pande, Banda Aceh,” ungkap Riefky.

Menurut Anggota DPR RI asal Aceh ini, pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah strategis termasuk berkoordinasi dan mencari solusi dengan Kementrian lain untuk mengevaluasi kembali Proyek IPAL (Instalasi Proyek Air Limbah) yang di bangun oleh Pemerintah Pusat di gampong Pande anda Aceh.

Sebagaimana diketahui, kawasan tersebut merupakan salah satu gampong wisata dan kawasan cagar budaya yang harus dilestarikan keberadaannya. Problema tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak yang tidak setuju dengan keberadaan proyek itu.

“Kita minta kepada pihak terkait agar menghentikan pembangunan proyek tersebut, dan segera mengalihkannya ke tempat lain,” kata Riefky. (Hidayat Pulo)