Tgk. Nainunis : Sosok Santri Sang Mujahidin Zaman Now dan Pelopor Sense of Curiosity

0
151

BIREUEN I LA– Kita mengetahui bahwa seorang santri dibebankan untuk memiliki dedikasi yang tinggi dalam pengembaraan pengetahuan dan rasa ingin mengetahui yang lebih besar dan harus menjadi pelopor sense of curiosity (rasa keingintahuan yang tinggi) di dunia tarbiyah dan harus menghidupkan ruh jihad.

“Santri di era globalisasi ini mereka bukanlah berjuang dengan letusan senjata dan mengerahkan tenaga seperti pejuang Mujahidin namun mereka mengarahkan pikiran dan ilmunya demi agama, dan perbaikan demi kebaikan” Kata Tgk. Nainunis, MA tokoh agamawan muda Bireuen yang juga guru Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga itu.

Putra kelahiran Samalanga itu menambahkan perjuangan para santri Santri saat ini dengan mengerahkan segenap pemikiran dan kecerdasaan mental dan spiritual untuk membendung dan mengkontribusikan diri serta mewakafkan segenap jiwa dan raga untuk bangsa ini yang kian hari semakin terpuruk di segala aspek.

“Seorang santri dibebankan untuk memiliki dedikasi yang tinggi dalam pengembaraan pengetahuan dan rasa ingin mengetahui yang lebih besar dan harus menjadi pelopor sense of curiosity (rasa keingintahuan yang tinggi) dalam lingkungan,” lanjut tokoh yang aktif didunia pendidikan dan dakwah itu.

Alumni Pascasarjana UINSU itu menyebutkan kini peran santri sangat krusial, maka santri harus meningkatkan kualitas diri. Kegiatan-kegiatan dayah semuanya bersifat mendidik untuk mengasah kapabilitas semua santri.

” Mereka dididik menjadi ulama juga harus mampu mendikasikan dirinya harus mampu menjadi kontributor syariah dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” sambung Politisi muda itu.

Selanjutnya, beranjak dari sini, santri harus mengumandangkan kembali resolusi “jihad” bukan dengan mengangkat senjata dan bazoka, namun jihad bilimiah dan memberantas kebodohan .

” Santri harus melakukan kembali resolusi jihad dan diharapkan selalu dikumandangkan karena masyarakat Muslim Indonesia saat ini tengah membutuhkan santri sebagai problem solver.,” pintanya yang merupakan Caleg DPRK Bireuen dari Partai Gerindra nomor urut dua.

.