Timsus  Kepung Arena Bali di Lhokseumawe

0
18
IST

LHOKSEUMAWE | LA– Cegah balap liar timsus bentukan Polres Lhokseumawe kepung arena balap liar (Bali) di pintu 2 Arun Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe,  Minggu  24 September 2017.

Tim Star dan Tim Reaksi Cepat Sat Sabhara Polres Lhokseumawe yang berhasil menjaring 7 kenderaan tanpa dilengkapi surat kepemilikan kenderaan serta tidak memasang kelengkapan kenderaan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S. Ik, MH melalui Kabag Ops Kompol Ahzan, S. Ik, SH, MSM mengatakan, Sebelumnya pihak Kepolisian menerima laporan dari masyarakat adanya balap liar di lokasi tersebut yang tentunya sangat meresahkan warga.

Selanjutnya tim gabungan dari tim STAR dan Tim Reaksi Cepat Sabhara dikerahkan menuju lokasi untuk memburu pelaku dengan mengedepankan tindakan preventif dan humanis. ujarnya.

“Sampai dilokasi tim berhasil mengepung sekelompok pemuda dengan berbagai jenis kenderaan yang dicurigai akan memacu kenderaan di arena bali tersebut dan ketika dilakukan pemeriksaan 7 unit kenderaan ditemukan tanpa surat kepemilikan kendaraan serta tidak memasang kelengkapan kendaraan sesuai dengan ketentuan,” kata Kabag Ops Kompol Ahzan.

Kendaraan yang di amankan, Lanjut  kabag Ops, terdiri dari Yamaha Jupiter 3 unit, Beat 2 unit, Revo 1 unit dan Supra 1 unit.

Sementara pemuda yang terjaring di lokasi tersebut ada 9 orang, mereka adalah R (17) warga Paloh, N (20) warga Paloh, AS (22) warga Blang pulo, AG (16) warga Krueng Geukuh krukuh, JR (21) warga Nisam, JH (20) warga Banda masen, AR (15) warga Banda masen, HM (16) warga blang pulo dab AF (14) warga Simpang line, jelas Kompol Ahzan

“Kemudian para pemuda diberikan arahan dan kenderaan yang ditangkap dibawa ke Mapolres Lhokseumawe, untuk proses pengambilan kenderaan mereka harus membawa surat kepemilikan kenderaan serta memenuhi kelengkapan kenderaan sesuai dengan ketentuan seperti kaca spion dan knalport standart,” imbuhnya.

Selain itu dikatakan nya, balap liar sangat menganggu ketenteraman masyarakat disekitarnya.

“Kita harapkan orang tua agar mengawasi dan tidak memberikan kenderaan roda dua kepada anak yang masih dibawah umur. Penyesalan itu selalu datang terlambat,” tutupnya [ ]

BAGIKAN

KOMENTAR