Tingginya Nilai Gotong Royong Dalam Pelaksanaan Qurban di Lamkawe

0
33

Suasana pagi yang masih menyinari sebuah gampong yang terletak di jalan Kembang Tanjung-Pidie, tampak masyarakat dan beberapa orang yang sudah siap dengan pakaian khusus dengan jinjingan pisau, tali dan beberapa perlatan lainnya, seperti ada acara khusus di gampong yang banyak melahirkan tokoh dan generasi dari masa ke masa.

Nampak di perkarangan meunasah yang luas nan asri itu, sang “pasukan” khusus tidak lama kemudian sedang bersiap untuk “berperang”nya dengan tujuh ”musuh” yang berkaki empat. Tidak lama kemudian tampak para pemuda dan masyarakat yang sedang sibuk  seolah-olah ada semacam seromonial tahunan dan di lantainya terlihat bentangan semacam terpal berwarna biru laut dan merah.

Di halaman areal meunasah terlihat beberapa ekor sapi dan secara terpisah terikat di pohon-pohon kelapa yang rindang, beberapa warga tampak menepuk-nepuk punggung sapi gemuk tersebut.

“Tahun ini masyarakat Lamkawe menyembelih 7 qurban dengan 5 ekor lembu dan 2 ekor kambing,” kata Tgk. Edi Kurniawan Abdullah selaku panitia dan juga ketua pemuda gampong Lamkawe.

Pelaksanaan Kurban di laksanakan Sabtu, 2 September 2017 dini hari di Gampông Lamkawe Kecamatan Kembang Tanjung, Pidie sekitar pukul 08.30 WIB.

Penyembelihan qurban biasanya dihiasi oleh gema takbir terdengar di saat sapi qurban disembelih. Sebelumnya dilakukan tepung tawar dan sejumlah perintah agama lain yang disunnahkan sebelum berquran yang dilakukan oleh Teungku Imum Gampông selaku pemangku amanah dan telah mengatur posisi sapi agar mudah disembelih.

Kekompakan warga antara pemuda dan kalangan masyarakat terlihat dengan secara serantak menarik tali yang telah diikat pada sapi. Nilai kegotong royongan yang sangat tinggi terlihat di pelaksanaan qurban. Tua dan muda saling membantu dalam menyukseskan

pantauan liputanaceh.com di lokasi suasana semakin ramai dan gaduh setelah satu persatu hewan kurban yang tadinya diikat pada pohon kelapa muda itu roboh. Kekompakan warga juga terlihat di mana sebagian warga membantu untuk menguliti dagingnya ditumpuk di bawah tenda yang telah disediakan. Kemudian daging qurban  dibagikan kepada seluru warga gampông dan diatur sedemikian rupa

BAGIKAN

KOMENTAR