Ulama Aceh Bahas Fatwa Vaksin Polio

0
517

imunisasi-polio

ACEH BARAT – Pengemuka agama di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh membahas kembali fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) Nomor 03 Tahun 2015 tentang Vaksin Polio Tetes.

“Masih banyak masyarakat bahkan ulama di Aceh Barat pro-kontra terhadap halalnya vaksin polio tetes, karena itu hari ini diadakan diskusi dan sosialisasi untuk melahirkan sebuah kesepahaman,” kata Ketua Panitia Rasmudin di Meulaboh, Senin.

Dalam keputusan MPU Aceh terhadap fatwa tentang vaksin polio tetes menetapkan empat rumusan yakni, vaksin polio tetes bagi balita adalah virus yang diambil dari penderita polio, dikembangkan dengan media ginjal janin kera berekor panjang yang berumur 120 hari, lalu dipisahkan dengan menggunakan Tripsin (Enzim Babi).

Kemudian menyatakan vaksin polio tetes adalah Mutanajjis (barang terkena najis), penggunaan vaksin polio tetes dalam kondisi darurat adalah dibolehkan.

Selanjutnya dalam taushiah diharapkan kepada pemerintah untuk mengupayakan vaksin polio tetes yang suci dan mengharapkan kepada pakar medis untuk memproduksi vaksin polio tetes yang suci.

“Kami mendukung terhadap fatwa tersebut, yang intinya kita mengharapkan pemerintah memproduksi vaksin polio tetes yang suci,” tambah Ketua Badan Komunikasi Pengurus Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Barat Ustd Khairul.

Lebih lanjut dia mengatakan, BKPRMI Aceh Barat sangat mendukung fatwa MPU Aceh Nomor 03 Tahun 2015 tentang Vaksin polio tetes demi kemaslahatan umat dan kesehatan anak meskipun masih ada pro-kontra di sejumlah kalangan masyarakat.

Maka itu sebutnya, faksin tersebut tidak haram, tapi hanya sebatas mutanajis karena bersinguhan dengan najis dan ada peluang disucikan, hanya saja ulama di Aceh berharap ada upaya pemerintah memproduksi vaksin polio tetes yang suci.

“Faksin ini mutanajis, dan dibolehkan untuk balita karena dalam kondisi darurat, kemudian pengharapan kepada pemerintah membuat faksin penganti, dalam hal ini Bioa Farma mencari firus lain yang halalan thaiba,” katanya menambahkan.

Acara tersebut dihadiri unsur tokoh ulama Aceh Barat dan MPU, Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali, Kepala Sekretariat MPU Aceh Saifuddin Puteh dan unsur dinas kesehatan Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Barat, serta perwakilan dari Departemen Kesehatan RI. (antaraaceh.com)

BAGIKAN

KOMENTAR