Ulama Mesir : Bulan Puasa, Bulan Penuh Keistimewaan

0

BANDA ACEH | LA – Ulama Mesir, Syeikh Abu Mu’adz Muhammad Abdul Hayy Uwainah mengajak kepada seluruh masyarakat Aceh agar benar – benar mengisi berbagai kegiatan positif selama ramadhan. Ia menjelaskan, ibadah puasa adalah metode melatih diri agar menuntut seseorang menjadi sabar, tawakkal dan rendah hati di hadapan Allah SWT.

Hal ini disampaikan Syeikh Abu Mu’adz Muhammad Abdul Hayy Uwainah saat menjadi narasumber pada ceramah ramadhan di mushalla Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Ibadah istimewa yang akan dinilai langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Puasa tidak dibatasi oleh pelipatgandaan pahala 10 sampai 700 kali. Pahala puasa bisa tak terbatas,” kata Syeikh Abu Mu’adz Muhammad saat diterjemahkan oleh Tgk H. Muhammad Faisal, Selasa (14/5/2019).

Dalam ceramahnya, Abu Mu’adz menyampaikan bahwa, bulan puasa merupakan bulan penuh istimewa. Keistimewaan di bulan ramadhan ini dikarenakan lebih mulia dari 12 bulan dimana didalamnya terdapat malam yang paling mulia, yaitu lailatul qadar. Menurutnya, Lailatul Qadar adalah malam yang sangat agung. Pasalnya, kata Syeikh Abu Mu’adz Muhammad lagi, lailatul qadar adlaah sebaik-baik malam yang Allah ciptakan dan sekaigus malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Abu Mu’adz juga menjelaskan bahwa bulan puasa juga melatih ummat manusia agar menjadi seorang yang ikhlas dan tawadhu, sehingga Allah akan mencurahkan banyak nikmat dan keberkahan di bulan yang penuh pengampunan. Pada bulan ramadhan itu, Allah juga menurunkan kitab suci Al-Quran untuk Rasulullah SAW, Kitab Taurat untuk Nabi Musa AS, Injil untuk Nabi Isa AS dan Zabur untuk Nabi Daud As.

“Bila ramadhan tiba, Rasulullah dikenal orang yang paling dermawan. Bahkan kedemawannya itu bila diibaratkan lebih cepat dari angin yang bertiup kencang. Begitu halnya keistimewaan lainnya yang kita dapatkan, seperti membaca Al-Quran Setiap huruf yang kita baca, Allah akan melipatgandakan 10 hasanah. Kemudian juga memberi makan kepada orang yang berbuka puasa,” ujar Syeikh Abu Mu’adz Muhammad.[]