Ulama Sepuh Aceh Hadiri Buka Puasa Bersama Plt Gubernur Aceh

0
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh sedang Mendengar Nasehat Abu Tu disela-sela Acara Buka Puasa Bersama Ulama Aceh dengan PLT Gunernur Aceh

Banda Aceh |LA– Abu Tu Blang Blahdeh yang memilki nama lengkap Namanya Tgk H. Muhammad Amin, namun dalam panggilan sehari-hari baik oleh Santri dan masyarakat memanggilnya dengan lakap Abu Tu Min.

Ulama Kharismatik yang kini mencapai usia 87 tahun ini adalah seorang pimpinan Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang-Bladeh di Kabupaten Bireuen.

“Abu Tu Min adalah salah satu murid Abuya Muda Waly (Dayah Darussalam Labuhan Haji) dan Teungku Hasan Krueng Kalee (Dayah Darul Ihsan).”

Dari kedua Mahaguru tersebut, Abu Tu Min mewarisi keahlian dalam ilmu fiqh mazhab Syafii dan ahli thariqat Al-Haddadiyah serta sangat menguasai kitab Syarah Al-Hikam karangan Syeikh ‘Ataillah As-Sakandari.

Dalam tatanan kehidupan masyarakat Aceh secara keseluruhan, Abu Tu Min adalah salah seorang yang sangat berpengaruh, bahkan dikalangan ulama sendiri, beliau adalah sosok yang sangat dihormati dan dicintai oleh Ulama-ulama lainnya.

Pada saat Iftar Jama’i (buka puasa bersama) tadi di Anjong Monmata bersama Plt Gubernur Aceh, Abu Tu Min adalah salah seorang ulama yang hadir.

Plt Gubernur dalam sambutan singkat nya tadi memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny untuk senantiasa mendengar dan memfasilitasi nasehat dan keinginan ulama.

Selama ini, bahwa melalui dinas yang dipimpin oleh Usamah, Pemerintah Aceh telah melakukan serangkaian pembinaan dan pembenahan terhadap dayah, tentu ini semua untuk kemajuan dan pengembangan dayah ke depan kepada arah yang lebih baik lagi.

Untuk itu, Plt Gubernur Aceh meminta Kepala Dinas Pendidikan Dayah untuk selalu intens bersilaturrahmi dan mendengar saran dari para ulama. Telah kita lihat bersama, bagaimana selama ini, para Ulama dan kalangan dayah terus berkontribusi nyata dalam upaya mencerdaskan Ummat.

“Melalui Pendidikan Dayah, kita akan wujudkan generasi-generasi Aceh yang Caroeng dan Meuadap, Insya Allah”.[]