Usai Bacok 3 Warga Mersak, Pria Stres Meninggal di Rumah Sakit

0

LIPUTANACEH.COM | ACEH SELATAN – Seorang warga yang diduga mengalami ganguan jiwa (Gila) bernama Matraten (60),  mencoba membakar rumah sekretaris desa di Gampong Mersak, Kluet Tengah, Sabtu (05/05/2018) sekira pukul 20.00 WIB.

Usai membakar rumah Sekdes Mersak dalam waktu hampir bersamaan, pelaku juga membacok kepala seorang bocah bernama Paras (2,5) yang sedang bermain di depan rumah Sekdes.

Korban mengalami luka serius dengan kondisi kritis akibat pendarahan hebat dan akhirnya meninggal di Puskesmas Kluet Tengah. Selain itu, pelaku juga melakukan pembacokan kepada dua korban lainnya yakni Gadung (50) dan Saiful (30) yang berusaha menolong Parah dengan cara merebut parang dari tangan pelaku.

Saat dikonfirmasi, Minggu pagi (06/05/2018) Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono membenarkan kejadian di Mersak yang telah menggegerkan masyarakat Kluet Tengah.

“Benar kejadian tersebut dimana telah terjadi pembacokan terhadap 3 warga dan mencoba membakar rumah Sekdes,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, sambung Kapolres, menyebabkan satu korban meninggal dunia, anak kecil bernama Paras (2,5) dan dua korban lagi mengalami luka-luka yaitu Gadung dan Saiful.

“Gadung yang mengalami luka sobek di bagian kepala dan Saiful luka sayat di dagu serta leher,” jelasnya.

Kata Kapolres, pelaku sudah berhasil diamankan oleh warga dalam keadaan tidak sadarkan diri karena sempat diamuk warga yang geram atas tindakannya. Kemudian pelaku dibawa ke Polsek Kluet Tengah untuk diamankan.

“Warga tidak bisa mendekat ke korban sehingga ada yang melempar batu karena korban memegang parang. Akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah orangtuanya,” ucapnya.

Lanjutnya, saat pihak Polsek menjemput pelaku sudah tidak sadarkan diri. Kemudian, dalam keadaan setengah sadar dibawa ke Polsek Kluet Tengah.

“Saya perintahkan untuk dibawa segera ke Tapaktuan untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga medis di Rumah Sakit Yulidin Away. Namun nyawa pelaku tidak terselamatkan,” tutur Kapolres Dedy Sadsono.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Aceh Selatan, akan memediasi keluarga korban dan pelaku agar berdamai. Karena pelaku yang masih merupakan tetangga korban, juga sudah meninggal.

“Kita akan melakukan upaya mediasi antar keluarga korban dan pelaku supaya menempuh jalur damai,” sebut Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono, ST.

Sementara, menurut pengakuan Security Rumah Sakit dr. Yuliddin Away Tapaktuan yang ikut melihat kondisi pelaku dan turut mengantar jenazah, Reza mengatakan bahwa pria stres itu meninggal karena kondisi fisik terus melemah dan juga sempat mengeluarkan darah dari telinga.

“Kemungkinan pelaku juga kena hantaman benda tumpul seperti batu atau balok. Makanya bisa keluar darah dari telinga,” tutur Reza.

Melalui pesan whatsapp, Kasat Reskrim Polres Asel, Iptu M. Irsal membenarkan bahwa pelaku pembacokan yang diduga stres telah meninggal dunia pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Tapaktuan.

“Untuk penyebab meninggal belum bisa dipastikan karena kita menunggu visum dari rumah sakit,” demikian pungkas Iptu M. Irsal.[Haes]