Usamah Elmadny,  Ajak Konsolidasi Gerakan Intelektual Dayah Aceh

0
Foto : Tgk Mustafa/Liputanaceh.com

BANDA ACEH|LA – Syafi’iyyah di Aceh adalah arus utama atau mayoritas yang termaktub dalam Qanun Aceh nomor 17 Tahun 2014, Maka ini mayoritas jangan bermental minoritas.

“Kita harapkan dari semua kalangan adalah rukun antar agama dan juga rukun antar aliran atau ormas muktabar di Aceh. Hal ini berdasarkan dari sikap para imam mujtahid tempo dulu sangat menghormati arus utama. Seperti imam Syafi’i tidak qunut jika shalat di mesjid pengikut mazhab Hanafiah,” demikian antara lain yang disampaikan oleh Tgk H Usamah Elmadny, S. Ag,. MM pada pengajian rutin PB Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) di Rawa Sakti Coffe, Jeulingke, Syiah Kuala, Banda Aceh, 29 Juni 2019, malam.

Oleh sebab itu, ia berharap adanya kestabilan kondisi sosial masyarakat, bukan mendukung arus utama dan menekan minoritas. Dakwah kaum mainstream (arus utama) juga harus berbenah.

“Contoh sederhana kenapa ayam penyet menu yang digemari warga Aceh akhir-akhir ini? Mungkin karena murah, komplit dan praktis,”

Foto : Tgk Mustafa/Liputanaceh.com

Nah, Sementara menu utama kita seperti masak gulai “itek dan ayam puteh” kenapa ditinggalkan? mungkin cara masak dan penyajiannya perlu dibenahi ulang.

“Maksudnya disini, formulasi dakwah kita harus dibenahi,” ajaknya.

“Untuk lebih mendekatkan paham kita, contoh lain lagi. Kasus istri muda dan istri tua. Terkadang istri tua lebih cantik dan setia, tapi di penampilan dan urusan dapur jauh lebih servise istri muda. Dalam artian kaum tua (aswaja) sudah saatnya kembali “berhias” diri layaknya  “istri muda”.” Tambah Usamah yang juga selaku Kadis  Dinas Pendidikan Aceh.

Oleh karena itu, para dai perlu konsolidasi untuk membuat gerakan intelektual, dalam hal ini bisa diwadahi oleh Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh.

“Kemudian yang terakhir, manuver dakwah itu perlu, tapi jangan sampai terjerat UU ITE, karena kita negara hukum. Di dunia maya, kita jangan menjadi distributor  konten-konten yang masih dipertanyakan kesahihannya. Maka kita mesti selektif,” tutup Usamah, kadis mantan aktifis lintas ormas ini.

Pengajian rutin ISAD ini juga diisi oleh Tgk H Umar Rafsanjani, Lc, MA dan diikuti oleh puluhan para sarjana strata satu sampai strata tiga alumni dayah Aceh, aktifis lintas ormas berbasis dayah. juga turut dihadiri Tgk H Zaini Albayani, pengurus MPTT Aceh, Teuku Farhan, direktur MIT Aceh, Tgk Jamaluddin Thaib, Ketua STAI Tengku Chik Pante Kulu, Yusuf Qardhawi dan Tgk Muhammad Balia. |Mustafa Woyla|