Wagub: Shalat Berjama’ah Memperkuat Ukhuwah Umat

0
17

BANDA ACEH |LA- Shalat berjama’ah adalah salah satu ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam kepada umatnya. Meski dalam kondisi sakit, Rasulullah tetap konsisten melaksanakan shalat berjamaah. Filosofi shalat berjamaah yang dipraktikkan Rasulullah adalah terciptanya persatuan umat, saling bahu membahu serta menghormati satu sama lain.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, dalam sambutannya pada acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, yang di pusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Kamis (30/11/2017) malam.

“Shalat secara berjamaah merupakan kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan Rasul. Praktek-praktek seperti ini perlu kita teladani dan kedepankan, dalam upaya melahirkan generasi yang taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya,” ujar Nova.

Oleh karena itu, Wagub berpesan kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh agar dapat melaksanakan shalat secara berjamaah dan menghentikan kegiatan rapat ketika adzan berkumandang.

“Segera menuju ke rumah Allah untuk melaksanakan kewajiban yang telah di fardhukan secara berjamaah. Saya optimis dengan menjaga shalat maka kita akan disiplin, baik disiplin di rumah tangga, tempat kerja dan disiplin serta amanah ketika berinteraksi dengan sesama manusia,” kata Wagub.

“Kalau dalam beribadah kepada Allah, seakan-akan kita melihat Allah, kalau tidak, paling kurang kita meyakini bahwa Allah melihat kita. Begitu juga dalam kita bekerja sebagai abdi negara, seharusnya kita menyadari bahwa Allah selalu memantau dan mengawasi kita,” sambung Nova.

Dengan merasa diawasi, sambung Wagub, kita tentu akan mempersembahkan kinerja yang baik sehingga akan dinilai baik oleh Allah dan masyarakat, dengan selalu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang tercela dan praktek yang menyimpang.

Dipenghujung sambutannya, Wagub berharap agar dalam ceramahnya, Ustadz Yusuf Mansyur dapat memberi pencerahan dan semangat untuk memotivasi jamaah dalam upaya meneladani Qudwah Rasul membentuk pribadi muslim yang berkarakter, disiplin, amanah dan penyayang sehingga benar-benar menjadikan Aceh sebagai daerah yang bersyariat.

“Insyah Aceh, momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, akan menjadi penawar dan penyejuk hati bagi kita, sekaligus menuntun kita untuk menemukan hikmah guna menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang, khususnya untuk kita persembahkan kepada seluruh rakyat Aceh, imbuh Waub.

Diawal sambutannya, Wagub mengungkapkan bahwa peringatan Maulid merupakan agenda rutin Pemerintah Aceh. Peringatan Maulid Rasulullah dilatar belakangi melemahnya semangat umat muslim dalam mengenang dan mengambil pembelajaran dari perjuangan Nabi Muhammad.

Untuk menyemangati umat muslim paada masa itu, Salahuddin Al-Ayyubi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad untuk membakar semangat umat Islam, agar rela berkorban demi agama dan selalu mementingkan agama bukan sebaliknya.

“Sama dengan semangat Salahuddin Al-Ayyubi, peringatan maulid yang kita peringati malam ini bertujuan untuk menghadirkan kembali sosok dan ketauladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkas Wakil Gubernur Aceh.

Menanggapi permintaan Wagub, Ustadz Yusuf Mansyur dalam ceramahnya mengajak para hadirin untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah, dengan selalu menghadirkan rasa diawasi oleh Allah dan ditemani oleh Rasulullah.

“Menghadirkan rasa dekat dengan Rasulullah akan membuat kita benar-benar merasa diawasi. Hal ini tentu akan membuat kita merasa takut dan malu ketika akan melakukan perbuatan maksiat dan menyimpang,” kata Ustadz Yusuf.

 

BAGIKAN

KOMENTAR