Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun Memanggil Lima Perusahaan Perkebunan Sawit

0
65
  1. IDI Aceh Timur  | LA –  Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun, memanggil lima perusahaan perkebunan sawit, terkait kelanjutan pembangunan barier gajah ( parit pembatas gajah).

    Sebelumnya barier gajah telah dibangun sepanjang 5 kilo meter oleh Pemkab Atim.

    Dalam kesepakatan pihak perusahaan dan pemkab atim yang ditandanganai pada mei 2015 lalu,  ke-5 perusahaan akan melanjutkan pembangunan barier  gajah seanjang 31 kilometer.

    Pembahasan Ini tindaklanjut dari kesepatan 2015 lalu, karena kelima perusahaan belum melanjutkan pembangunan barier gajah, setelah kesepakatan ini kelima perusahaan komit melanjutkan pekerjaan pembangunan barier pada Januari 2018 ini. Kita targetkan rampung pada April mendatang, ini adalah komitmen kita, agar komplik gajah yang telah lama meresahkan masyarakat berakhir , kata Wabup. Senin (22/1) di Hotel Royal Idi.

    DiJelaskan wabup, kelima perusahaan yang melanjutkan pembangunan barier gajah yakni , PT Dwi Kencana Semesta, PTPN Julok Rayeuk Utara dan Julok Rayeuk Selatan. PTPN Tualang Raya dan PT Atakana.

    Namun pihak PT atakana tidak hadir, untuk ini mereka harus ikut keputusan bersama. Jika perusahaan tidak mau kita akan tindak tegas sesuai prosedur, terang wabup. Pembangunan barier gajah sepanjang 36 kilo meter yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan peroduksi. Mulai dikerjakan dari sambungan pembangunan barier  hingga berbatasan dengan aceh utara   . Tutup Wabup.
    Sementara itu Rudi Putra direktur Front konservasi Loser (FKL) mangatakan barier gajah yang dibangun yakni wilayah perkebunan yang berbatasan langsung dengan kaawasan hutan.

    jika ada lima perusahaan yang membangun maka nanti barier gajah ini menyambung, kita targetkan selesai dalam 3 bulan. Ini penanganan permanen dengan panjang 31 kilometer,yang kita mulai dari Ranto pereulak, Indra makmur, Julok rayeuk utara julok rayeuk selatan, dan pante bidari, jika ini terbangun komplik gajah ini akan tertangani secara permanen.

    Nanti jika barier ini telah rampung, tetap di awasi secara berkala.” Barier ini akan longsor ini akan di tangani juga, kita juga akan tanami di halaman barier dengan tanaman yang tidak disukai gajah, seperti tanaman jeruk dan salak, selain itu kita akan memberdayakan ekonomi masyarakat ke potensi lain seperti peternakan, peternakan lebah dan pariwisata’ jelas Rudi.

    Pembahasan penanganan komplik gajah juga ditanda tangani Muo (kesepakatan) sebagai bentuk komitmen perusahaan. komplik gajah itu turut melibatkan pemkab aceh Timur, FKL, BKSDA Aceh dan lembaga negara asing serta pihak perusahaan Perkebunan Sawit (z)

BAGIKAN

KOMENTAR