Waled Munir Kiran: “Pendidikan Diniyah Tastafi Lahir Untuk Menjawab Degradasi Moral dan Merealisasikan Pendidikan Berkarakter”

0
120
Tgk. H. Munir Kiran akrab di sapa Waled Munir Kiran dalam sambutannya di hadapan guru diniyah Tastafi Pijay. (Foto;LA/EM)

Meureudu I LA- Pendidikan diniyah yang lahir di Pidie Jaya merupakan sebuah perjuangan panjang yang telah lama di perjuangankan dan akhirnya terjawab sebagai respon terhadap fenomena degradasi akhlak dan moral generasi Pidie Jaya.

Demikian diantara poin penting yang disampaikan oleh Tgk. H. Munir Kiran atau akrab di sapa Waled Kiran dalam sambutannya mewakili Tastafi Pidie Jaya dalam pertemuan dan temu ramah bupati dengan dewan guru diniyah Tastafi Pidie Jaya di kantor bupati Cot Trieng, Meureudu, selasa, (26/9/2017).

Waled sosok tokoh ulama Aceh itu juga menyebutkan pertemuan ini  sudah lama di nantikan dalam tema ” Ramah Tamah” dengan bupati dan wakil bupati beserta jajaran muspida lainnya akhirnya terwujud hari ini.

” Alhamdulillah, Falillahilham pertemuan yang sudah sangat lama dinantikan dengan bapak bupati dan wakil bupati Pidie Jaya serta jajarannya akhirnya terjawab lewat temu ramah hari ini,” pinta ulama vokal ini.

Beliau sangat mengharapkan para dewan guru program diniyah merupakan “sales” dalam mentransferkan ilmu yang telah di bawakan oleh guru hingga bermuara dari Rasulullah Saw kepada masyarakat dalam menciptakan pendidikan berkarakter di Pijay

” Para dewan guru diniyah merupakan “sales” dalam mentransferkan ilmu yang telah di bawakan oleh guru kita hingga bermuara dari Rasulullah Saw kepada masyarakat untuk menciptakan pendidikan berkarakter di Pijay,” lanjutnya yang juga pimpinan Dayah Baitul Amal Aceh.

Terakhir beliau sangat berterima kasih kepada semua pihak, Pidie Jaya lewat program diniyah Tastafi yang bekerjasama dengan dinas pendidikan telah mencetak sejarah dalam melahirkan model pendidikan berkarakter sebelum di programkan oleh persiden Jokowi. (EM)