YLBH-AKA: Minta Polres Nagan Raya Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Pria Pengidap Gangguan Jiwa

0
Rahmat, Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Dan Advokasi Keadilan Aceh (YLBH-AKA) Distrik Aceh Barat Daya.

Blang Pidie | Liputanaceh.com – Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Dan Advokasi Keadilan Aceh (YLBH-AKA) Distrik Aceh Barat Daya, mengutuk keras atas perbuatan pengeroyokan terhadap Sahidi (35) pengidap gangguan jiwa yang diduga pelaku penculikan anak.

Hal tersebut di sampaikan Rahmat selaku Direktur Eksekutif YLBH-AKA Distrik Abdiya melalui pres rilis via WA kepada awak media liputanaceh.com, Sabtu (22/02/2020).

Rahmat meminta kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Nagan Raya untuk mengusut tuntas atas perlakuan main hakim sendiri serta tidak manusiawi terhadap  Sahidi (35) korban pengeroyokan massa di kawasan Desa Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (20/2/2020) malam sekira pukul 20.00 WIB.

“Negara kita adalah negara hukum, tindakan yang menghakimi korban yang di nyatakan gangguan jiwa ini sangat kita sayangkan,” kata Rahmat.

Karena perbuatan pengeroyokan  masuk kedalam ranah dugaan tindak pidana kekerasan apalagi dilakukan di muka umum, hal tersebut diatur dalam Pasal 170 KUHP, yaitu: Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Lanjut Rahmat, kami meminta kepada pihak Kepolisian Nagan Raya agar segera menindaklanjuti kasus tersebut, karna kalau dibiarkan berlalu kasus seperti ini pasti akan terulang kembali dan pasti akan memakan korban- korban lainnya,

“Polres Nagan Raya hendaknya lebih serius mengusut secara tuntas pelaku-pelaku pengoroyakan terhadap korban yang dinyatakan gangguan jiwa,” harap Direktur Eksekutif  YLBH-AKA Distrik Aceh Barat Daya itu.

Scrennshot rekaman vidoe saat Sahidi (35) pengidap gangguan jiwa, dikoroyok karena diduga penculik anak.

Perbuatan pengroyokan kepada warga yang mengalami ganguan kejiawaan tersebut, yang diduga oleh pealaku pengeroyokan sebagai penculik anak, sudah diberitakan sejak beberapa hari lalu dan video aksi pengeroyokan tersebut viral diberbagai medsos, “Namun hingga saat ini belum terlihat keseriusan dari pihak kepolisan mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar Rahmat.

Rahmat juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak gegabah dalam mengambil suatu tindakan yang sewenang-wenang, “Sebab belum tentu semua orang luar yang masuk dalam perkampungan itu dapat langsung dituduh sebagai pelaku kejahatan,” sebutnya.

“Kita boleh waspada akan tetapi tidak boleh latah, apalagi gegabah dalam bertindak sehingga timbul pengeroyokan seperti itu. Negara kita jelas negara hukum, sudah sepantasnya ketika ada yang mencurigakan disekeliling kita harus kita  laporkan terlebih dahulu  kepada pihak yang berwajib,” Pungkas Rahmat.

Sebagaimana dilansir serambinews.com, Jum’at (21/02/2020), Polres Nagan Raya masih menyelidiki kasus pria yang diamuk massa di kawasan Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.

Pria yang belakangan diketahui bernama Sahidi itu adalah penduduk Desa Rerebe Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, yang melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh.

Akibat pengeroyokan tersebut, Sahidi dirawat di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.